Saturday 9th of May 2026
×

Letusan Gunung Dukono di Halmahera Tewaskan Tiga Pendaki, 1 WNA dan 2 WNI Tim Penyelamat Masih Lanjutkan Pencarian

Letusan Gunung Dukono di Halmahera Tewaskan Tiga Pendaki, 1 WNA dan 2 WNI Tim Penyelamat Masih Lanjutkan Pencarian

--

OTONITY.com  - Viral dan sukses bikin netizen bertanya-tanya! Langsung saja simak artikel dibawah ini kami akan membagikan informasi terkait dengan Letusan Gunung Dukono di Halmahera Tewaskan Tiga Pendaki, 1 WNA dan 2 WNI yang sudah kami siapkan khusus untuk kamu! 

Meletusnya Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, menjadi sorotan internasional setelah insiden tragis yang menewaskan tiga pendaki pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Gunung berapi yang dikenal sebagai salah satu paling aktif di Indonesia itu memuntahkan kolom abu vulkanik hingga sekitar 10 kilometer ke udara.


Read more: WASPADA! Modus Mafia Paket Retur COD Mulai Marak Diperjualbelikan Kiloan Sebagai Blindbox dengan Harga Miring Netizen Murka

Read more: Laka Bus ALS Tewaskan 16 Korban, Polisi Ungkap Sopir Hindari Lubang Sebelum Menabrak Truk Tangki Pengangkut BBM

Read more: Ponpes Ndholo Kusumo Pati Ditutup Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Kiai Ashari Pada Santriwati Sejak Tahun 2020 Hingga 2024

Letusan Gunung Dukono di Halmahera Tewaskan Tiga Pendaki

Diketahui bahwa letusan terjadi saat sejumlah pendaki berada di area gunung meski sebelumnya sudah ada larangan resmi untuk mendekati kawasan kawah karena aktivitas vulkanik yang meningkat.

Korban meninggal terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga asal Ternate. Mereka merupakan bagian dari rombongan berisi 20 pendaki campuran Indonesia dan Singapura.

Yang mana sebagian besar rombongan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa ke rumah sakit, sementara proses pencarian dan evakuasi korban terkendala oleh letusan yang terus berlangsung, medan sulit, serta lontaran material vulkanik dari kawah.

Tim SAR sempat menghentikan operasi pencarian pada malam hari demi keselamatan petugas. Dua porter tetap berada di gunung untuk membantu pencarian jenazah. Hingga Sabtu, operasi penyelamatan masih terus dilakukan dengan pengawasan ketat karena aktivitas erupsi belum mereda.

Sumber:

UPDATE TERBARU