Miris! Dosen UIN Walisongo Lecehkan Mahasiswi, Kampus Berikan Tanggapan Hingga Investigasi
--
OTONITY.com - Tuduhan pelecehan seksual oleh seorang profesor di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Semarang telah viral di media sosial. Tindakan bejat profesor tersebut diduga menimpa lebih dari satu mahasiswi.
Kasus ini terungkap setelah dipublikasikan di akun Instagram @pesan_uinws. Akun tersebut mempublikasikan pengaduan dari mahasiswi tentang profesor tersebut, yang menurut mereka, telah melecehkan mereka.
Read more: Link Video Tasya Gym Durasi 15 Menit Viral Tanpa Sensor, Ternyata Ini Isi Aslinya Bikin Gagal Fokus!
"Pak, Bpknya tolong berhenti "memplorotkan" masa depan bunga2 suci di taman F***. Tolonglah bpk jangan merusak mahasiswi baik2, tolonglah bpk jangan mengajari mereka hal2 jelek," tulis akun @pesan_uinws.
Unggahan tersebut menunjukkan pesan teks dari profesor yang diduga kepada para mahasiswi. Dalam obrolan WhatsApp, profesor tersebut meminta foto-foto eksplisit dan mengajukan pertanyaan yang tidak pantas.
"Ki bapak bergitar kok suwi suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin," tulis seorang siswa anonim yang pesannya dipublikasikan di unggahan tersebut...
"Pukul 03.00 dini hari waktunya bpk tidur bukan waktu bpk meminta foto sexy "memplorotkan" kesucian hati anak2 kemarin sore yang takut tatkala menolak permintaan anda," lanjutnya.
Diminta untuk mengkonfirmasi, wakil ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama, menyatakan bahwa timnya masih berkoordinasi dan mengumpulkan data tentang dugaan kasus tersebut.
"Secara jelas kita memang belum melakukan rilis kronologinya seperti apa, karena memang kita masih membutuhkan banyak koordinasi," kata Yusuf, menurut informasi yang diperoleh detikJateng.
Read more: MPR Klarifikasi Usai Kontroversi Lomba Cerdas Cermat, Ungkap Permintaan Maaf!
Yusuf menyatakan bahwa ia belum menerima data pasti tentang jumlah korban. Namun, ia membenarkan bahwa ada lebih dari satu korban.
“Dari beberapa informasi yang terkait bisa dipastikan lebih daripada satu. (Lebih dari dua?) Iya sepertinya lebih dari dua,” katanya.