Miris! Dosen UIN Walisongo Lecehkan Mahasiswi, Kampus Berikan Tanggapan Hingga Investigasi
--
Ia mengungkapkan bahwa DEMA, bersama dengan beberapa entitas kampus, akan membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki dugaan pelecehan seksual tersebut. Koordinasi akan dilakukan dengan Satuan Tugas PPKS, tim etik rektorat, dan pusat studi gender.
“Kami secara tegas tidak memberikan ruang kepada pelaku pelecehan seksual. Kami komitmen menjaga nilai-nilai yang dipegang perguruan tinggi,” tegasnya.
Read more: Lomba Cerdas Cermat MPR Tuai Kontroversi, Jawaban Sama-sama Benar Namun Disalahkan Salah Satu!
Ia menambahkan bahwa universitas juga akan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kasus serupa terjadi lagi, termasuk melalui kampanye kesadaran di kalangan dosen.
Sementara itu, Astri, Petugas Pers UIN Walisongo Semarang, juga membenarkan dugaan kasus tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus tersebut menjadi perhatian terkini universitas.
“(Apakah kampus memonitor kasus ini?) Iya, ini jadi perhatian khusus kami juga,” kata Astri dalam pesan teks kepada detikJateng.
Ia mengatakan bahwa Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di UIN Walisongo sedang membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual tersebut.
“Di sini kan ada pusat studi gender dan anak ya, mereka buat tim investigasi, ya masih proses lah sekarang ini,” katanya.
Read more: TAUD Minta Pengadilan Militer Tak Adili Kasus Andrie Yunus, Kirim Surat Permohonan!
Namun, universitas belum merilis identitas atau fakultas tempat profesor tersebut mengajar. Ia juga tidak dapat memastikan apakah profesor tersebut masih mengajar, karena kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
“Maaf, sebelum dinyatakan bersalah saya nggak bisa nyebut apa-apa yaa,” pungkasnya.