Kasus Hantavirus Masuk di Indonesia, Kemenkes Mendeteksi 23 Orang dan 3 Meninggal Dunia!
--
Gejala Hantavirus di Indonesia
Dalam laporan terbarunya, Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa hantavirus disebabkan oleh orthohantavirus, yang memiliki 50 varian. Dua puluh empat varian dapat menginfeksi manusia, termasuk Virus Seoul, Virus Hantaan, Virus Andes (seperti pada MV Hondius), dan Virus Sin Nombre.
Read more: Sosok Tasya Gym Bandar Batang Tuai Kontroversi, Videonya Viral Kini Ramai Diburu!
Terdapat dua bentuk klinis infeksi hantavirus pada manusia. Yang pertama, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, adalah Sindrom Paru Hantavirus (HPS). Gejalanya meliputi demam, nyeri badan, lemas, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasinya adalah 14 hingga 17 hari, dengan angka kematian 60%.
Bentuk kedua adalah Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS). Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, dan penyakit kuning. Masa inkubasinya adalah 1 hingga 2 minggu, dengan angka kematian 5 hingga 15%, lebih rendah daripada Sindrom Paru Hantavirus (HPS).
Read more: Sosok Tasya Gym Bandar Batang Tuai Kontroversi, Videonya Viral Kini Ramai Diburu!
Di Indonesia, 23 kasus hantavirus yang terdeteksi adalah tipe HFRS, yang berasal dari varian virus Seoul. Faktor risiko utamanya adalah kontak dengan tikus atau mencit, atau paparan kotoran dan sekresi mereka.