Friday 29th of May 2026
×

Heboh! Kasus Penipuan Riset di Konferensi Internasional ISPPD 2026 Bikin Geger, Pelaku Merupakan Lulusan ITB dan UNY

Heboh! Kasus Penipuan Riset di Konferensi Internasional ISPPD 2026 Bikin Geger, Pelaku Merupakan Lulusan ITB dan UNY

--

ROOT OTONITY -  Ini dia sosok Prihantini dan Rifaldy Fajar yang lakukan penipuan riset sudah kami rangkum buatmu. Simak terus artikel di bawah ini biar nggak ketinggalan informasinya!

Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet geleng-geleng kepala. Salah satu berita menghebohkan tersebut adalah pemalsuan riset yang dilakukan oleh Prihatini dan Rifaldy Fajar. Kasus penipuan ini langsung menjadi sorotan netizen dan berbondong-bondong mencari tahu latar belakang keduanya.


Ingin tahu lebih lanjut? Simak artikel di bawah ini sampai habis.

Read more: Hanania Group Travel Umroh Gagal Berangkatkan Ratusan Jemaah, Sempat Mediasi Kini Dilaporkan Polisi

Read more: Link Video Rok Hijau Viral Tiktok & Telegram Lengkap FULL Durasi , Isinya Bikin Netizen Heboh dan Penuh Spekulasi

Read more: Richelle Skornicki Pacar Aliando Syarief Dikabarkan Kabur dari Rumah, Sang Ibu Ungkap Sudah Sebulan Tinggal di Luar

Kasus Penipuan Riset

Kasus dugaan pemalsuan riset melibatkan sejumlah orang, yaitu Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti. Mereka disebut-sebut mempresentasikan hasil penelitian yang kemudian diduga tidak valid atau direkayasa.

Dugaan penipuan riset ini muncul setelah diadakannya konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026 yang dihadiri oleh Dwi Daningrat. Dalam konferensi tersebut,  Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti berada dalam satu kelompok. Mereka mempresentasikan sejumlah hasil penelitian yang dianggap sangat impresif.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, muncul dugaan bahwa penelitian yang mereka bawa sebenarnya merupakan hasil bualan semata dan tidak pernah benar-benar dilakukan.

Setelah beredarnya kabar tersebut, sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang dituduh terlibat dalam dugaan pemalsuan riset tersebut. Pihak humas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyatakan belum menerima informasi resmi terkait kasus tersebut.

Sumber:

UPDATE TERBARU