Friday 29th of May 2026
×

BGN Hentikan Pendistribusian MBG Libur Sekolah Imbas dari Efesiensi, Sistem Bundling Dihentikan

BGN Hentikan Pendistribusian MBG Libur Sekolah Imbas dari Efesiensi,  Sistem Bundling Dihentikan

--

ROOT OTONITY - Berikut adalah informasi mengenai BGN hentikan paket bundling MBG saat Libur Sekolah yang sedang ramai diperbincangkan publik. Simak terus informasi di bawah ini dan jangan sampai ketinggalan informasinya!

Berita mengenai Makan Bergizi Gratis memang tidak ada hentinya sejak diadakannya program tersebut pada 2024 silam. BGN selaku tim yang melaksanakan program tersebut kali ini mengabarkan bahwa akan mengehentikan paket bundling MBG yang sebelumnya diperuntukan selama masa libur sekolah.


Ingin tahu lebih lanjut? Baca artikel ini sampai habis!

Read more: Kasus Penipuan Riset Alumni ITB Jadi Sorotan Publik, Pihak Kampus Buka Suara Tegaskan Bukan Tanggung Jawab Instansi

Read more: Heboh! Kasus Penipuan Riset di Konferensi Internasional ISPPD 2026 Bikin Geger, Pelaku Merupakan Lulusan ITB dan UNY

Read more: Kasus Penipuan Riset Alumni ITB Jadi Sorotan Publik, Pihak Kampus Buka Suara Tegaskan Bukan Tanggung Jawab Instansi

Program BGN Untuk MBG Libur Sekolah

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama libur sekolah. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kesiapan siswa saat kembali bersekolah.

BGN memiliki Alasan tersendiri terkait program MBG yang tidak dihentikan meskipun kegiatan belajar mengajar libur. Mereka menilai libur sekolah harusnya tetap menjadi waktu penting bagi tumbuh kembang siswa, sehingga pemenuhan gizi harus berlangsung tanpa jeda.

Kebijakan yang diambil tersebut berlandaskan prinsip “Gizi Tanpa Jeda” yang pernah diusung. Prinsip tersebut meyakini pemenuhan makanan bergizi bagi anak secara berkesinambungan. BGN mewujudkan prinsip tersebut lewat penyaluran makanan selama libur sekolah.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa penyaluran MBG dilakukan dengan beberapa skema, yaitu siswa mengambil paket di sekolah, diantar ke rumah, atau diambil di SPPG.

“Para siswa dapat menerima paket makanan melalui pengambilan di sekolah. Jika tidak, mulai didata mekanisme untuk delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG. Setiap SPPG akan menentukan mekanismenya sesuai karakteristik daerah masing-masing,” ujar Dadan.

Sumber:

UPDATE TERBARU