Wednesday 8th of July 2026
×

Fakta Terbaru Kasus ASN Bangkalan Tewas dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda: Korban Pembunuhan Sindikat Penipuan

Fakta Terbaru Kasus ASN Bangkalan Tewas dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda: Korban Pembunuhan Sindikat Penipuan

--

Hasil otopsi luar menemukan sejumlah luka fisik yang signifikan pada tubuh korban. Terdapat luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga kuat akibat hantaman benda tumpul. Selain itu, ditemukan pelebaran pembuluh darah di kedua bibir serta kondisi lidah yang menghitam, sebuah indikasi kuat bahwa korban mengalami asfiksia atau kekurangan oksigen akibat dicekik atau dibekap.

Penyidik mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) bandara yang merekam detik-detik mobil dinas tersebut memasuki area parkir pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam rekaman tersebut, posisi kemudi dipegang oleh seorang pria misterius yang mengenakan topi, sementara korban duduk di kursi penumpang samping kiri.


Read more: VIP Merapat! Cek Harga Tiket Fan Meeting T.O.P Eks BigBang di Jakarta 19 September 2026, Siap-Siap War Ya

Read more: Inilah Kriteria Pedagang yang Tidak Kena Pajak Marketplace, Ada 6 Cek di Sini Kamu Masuk Golongan yang Mana

Fakta penting lainnya adalah hilangnya barang berharga milik korban. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, beberapa jam sebelum mobil memasuki bandara, korban sempat melakukan panggilan video dengan adiknya dan masih terlihat mengenakan perhiasan lengkap berupa kalung dan gelang emas. Namun, saat jasadnya dievakuasi, seluruh perhiasan tersebut telah raib.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim menjelaskan bahwa pelaku bernama Erlan memiliki rekam jejak sebagai penipu ulung. Modus operandi yang digunakan pelaku adalah mendekati korban perempuan berusia matang yang memiliki jabatan atau finansial mandiri melalui metode pertemuan langsung atau kopi darat.

Pihak kuasa hukum keluarga menegaskan bahwa selama hidupnya korban dikenal tidak memiliki konflik pribadi, baik di lingkungan kerja maupun rumah tangga. Kasus ini murni merupakan aksi kejahatan dengan motif ekonomi dan penipuan yang berujung pada tindakan kekerasan fatal.

Saat ini, tim Jatanras Polda Jatim telah disebar ke beberapa titik untuk melacak keberadaan pelaku yang identitas dan wajah aslinya telah dikantongi sepenuhnya oleh petugas.

Sumber:

UPDATE TERBARU