Monday 10th of August 2026
×

Kebakaran Bromo Capai 520 Hektar: Akses Wisata Ditutup Total Akibat Amukan Jago Merah

Kebakaran Bromo Capai 520 Hektar: Akses Wisata Ditutup Total Akibat Amukan Jago Merah

--

OTONITY.com - Kobaran api yang pertama kali muncul di Blok Bantengan kini dilaporkan terus meluas ke wilayah Penanjakan hingga Kabupaten Pasuruan akibat embusan angin kencang dan kondisi rumput yang mengering. Pemerintah bersama tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD kini mengerahkan helikopter pengebom air (water bombing) serta teknologi modifikasi cuaca untuk memadamkan titik api di medan tebing yang terjal.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat kembali melanda kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Berdasarkan laporan terkini dari pihak berwenang, kobaran api telah menghanguskan sedikitnya 520 hektar lahan vegetasi savana dan tebing pegunungan. Luasan area yang terdampak bahkan diprediksi bisa terus bertambah seiring dengan kondisi cuaca kering dan embusan angin kencang di lapangan.


Read more: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Spanyol hingga Islandia, Ini Negara yang Bakal Gelap Gulita Akibat Gerhana Matahari Total

Read more: Tragedi Cikopo Purwakarta: Marbot Masjid Al-Muhajirin Tew*s Diserang Pakai S*murai Karena Sakit Hati Sering Disindir

Read more: Geger! Polisi Temukan Bunker di Sekolah Swasta Jaksel Isinya Terdapat 995 Airsoft Gun, Puluhan Compact Disk Film Blue, Hingga Narkoba

Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026, di sekitar wilayah Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang. Akibat kondisi rumput savana yang sangat kering karena musim kemarau, api dengan sangat cepat menjalar ke berbagai titik lainnya.

Kebakaran kemudian meluas ke area puncak Penanjakan, Gunung Dingklik, Bukit P30, hingga ke kawasan Tebing Pusung Jantur yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Pasuruan. Kobaran api yang membubung tinggi menciptakan kepulan asap pekat yang mengganggu jarak pandang di sekitar area kaldera Bromo.

Medan yang harus ditembus berupa tebing-tebing curam dan terjal dengan sudut kemiringan ekstrem. Selain menggunakan peralatan manual dan jet shooter, petugas di lapangan juga memanfaatkan tiga unit pesawat tanpa awak atau drone water spray untuk menjangkau titik api di lereng bukit.

Sumber:

UPDATE TERBARU