Monday 10th of August 2026
×

Ini Sosok Pegawai PPPK Pemkab Bandung Barat yang Viral Karena Ucapan Fee 1 Persen: Cuma Candaan Tanah

Ini Sosok Pegawai PPPK Pemkab Bandung Barat yang Viral Karena Ucapan Fee 1 Persen: Cuma Candaan Tanah

--

OTONITY.com - Seorang oknum pegawai PPPK paruh waktu di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat berinisial IYP terancam pemutusan kontrak kerja setelah videonya meminta komisi satu persen viral di media sosial. Pernyataan kontroversial tersebut dilontarkan saat dirinya melakukan siaran langsung di aplikasi TikTok dari dalam lingkungan kantor pada jam kerja dinas.

Pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu berinisial IYP tersebut kini terancam kehilangan pekerjaannya. Langkah tegas ini diambil setelah video siaran langsungnya di platform media sosial TikTok yang secara terang-terangan menyinggung masalah permintaan jatah komisi atau fee sebesar satu persen mendadak viral dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.


Read more: Korupsi Bansos Beras Rp200 Miliar: KPK Panggil Eks Komut DNR Logistics Rudy Tanoe ke Gedung Merah Putih

Read more: Profil Tio Ferdian Rahmana, Runner-Up Raka Jatim 2026 yang Terseret Kasus Aborsi Terancam Dicopot Usai Viral

Read more: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Spanyol hingga Islandia, Ini Negara yang Bakal Gelap Gulita Akibat Gerhana Matahari Total

Peristiwa kontroversial itu diketahui publik setelah rekaman video potongan siaran langsung milik IYP tersebar luas di berbagai akun informasi media sosial. Yang bersangkutan yang sehari-hari bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat, kedapatan melakukan siaran langsung dari dalam ruangan kantor dinas pada saat jam pelayanan kerja masih berlangsung.

Di tengah percakapan interaktifnya dengan salah satu rekan, IYP melontarkan kalimat meminta jatah komisi satu persen yang kemudian dicurigai netizen berkaitan erat dengan pengurusan proyek kedinasan.

IYP mengakui kesalahannya karena telah bermain media sosial dan melakukan aktivitas penyiaran pribadi di tempat kerja. Ia juga mengaku sempat berbohong kepada atasannya dengan menyatakan bahwa video tersebut dibuat di luar jam kantor dinas, sebelum akhirnya mengakui kebenaran waktu kejadian.

Sumber:

UPDATE TERBARU