Wednesday 19th of August 2026
×

Kronologi M Fahri Maulana, Remaja 16 Tahun Asal Tegal yang Terpeleset ke Dasar Kawah Gunung Slamet Hingga Meninggal Dunia

Kronologi M Fahri Maulana, Remaja 16 Tahun Asal Tegal yang Terpeleset ke Dasar Kawah Gunung Slamet Hingga Meninggal Dunia

--

OTONITY.com - Kabar mengenai kecelakaan fatal yang menimpa seorang pendaki remaja di jalur pendakian Jawa Tengah mendadak menjadi pusat perhatian publik nasional hingga menempati urutan tertinggi dalam daftar pencarian berita. Korban diketahui bernama M Fahri Maulana, seorang remaja berusia 16 tahun asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Ia dilaporkan terpeleset dan jatuh ke dalam kawah aktif Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang lokasinya mencakup wilayah perbatasan lima kabupaten yaitu Pemalang, Purbalingga, Banyumas, Tegal, dan Brebes. Peristiwa tragis ini langsung memicu respons cepat dari tim penyelamat gabungan yang harus berpacu dengan waktu serta medan ekstrem demi melakukan operasi evakuasi.


Read more: Smartphone Xiaomi 18 Rilis Tanpa Model Ultra, Biaya Produksi Digadang jadi Penyebabnya!

Read more: BEM UI Gelar Demo Hari Ini 18 Agustus 2026 di Bundaran HI, Inilah 8 Tuntutan yang Akan Disampaikan!

Gunung Slamet yang memiliki ketinggian tiga ribu empat ratus tiga puluh dua meter di atas permukaan laut dikenal memiliki karakteristik puncak berbatu yang sangat gersang, curam, dan dipenuhi oleh embusan gas belerang beracun yang pekat dari kawah aktifnya.

Berdasarkan laporan data operasional dari pos komando penyelamatan, remaja berusia 16 tahun tersebut diketahui tergelincir dari bibir kawah saat mencoba mengambil dokumentasi visual di area puncak utama yang melebihi batas aman pendakian.

Berikut adalah rangkaian fakta informatif mengenai kronologi kejadian, proses penanganan evakuasi di lapangan, serta kondisi terkini di lokasi penemuan korban.

Peristiwa kecelakaan ini bermula ketika M Fahri Maulana bersama rombongan pendaki lainnya melakukan aktivitas pendakian malam menuju puncak Gunung Slamet melalui salah satu jalur resmi pos pendakian.

Setelah berhasil mencapai area batas vegetasi terakhir dan merangkak naik menuju puncak berbatu pada pagi hari, korban memisahkan diri sejenak dari rombongan besar untuk berjalan mendekati arah bibir kawah utama dengan tujuan mengabadikan momen matahari terbit serta kawah vulkanik aktif menggunakan kamera ponselnya.

Sumber:

UPDATE TERBARU