Tuesday 6th of October 2026
×

Skandal Video Viral Dugem dan Pesta Narkoba di Rutan Depok yang Melibatkan Dua Oknum Petugas Sipir Nakal

Skandal Video Viral Dugem dan Pesta Narkoba di Rutan Depok yang Melibatkan Dua Oknum Petugas Sipir Nakal

--

OTONITY.com – Dunia lembaga pemasyarakatan kembali diguncang skandal besar setelah sebuah video viral memperlihatkan aktivitas dugem dan pesta narkoba jenis sabu di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat. Berikut informasi selengkapnya!

Video yang beredar luas sejak awal Oktober 2026 tersebut menampilkan sejumlah warga binaan yang asyik berjoget di bawah sorotan lampu disko dengan iringan musik keras. Ironisnya, salah satu dari mereka tampak jelas memegang botol yang dimodifikasi menjadi alat isap sabu (bong).


Investigasi internal yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa peristiwa memalukan tersebut memang terjadi di salah satu sel hunian mereka. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari publik dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang langsung menerjunkan tim khusus untuk mengusut tuntas pelanggaran keamanan yang fatal ini.

Read more: Tragedi Rumah Tangga di Gowa: Pentingnya Manajemen Konflik dan Perlindungan Anak

Kronologi dan Fakta Hasil Investigasi

Berdasarkan pemeriksaan, peristiwa dugem sel itu terjadi di sebuah kamar yang dihuni oleh 22 warga binaan, di mana sekitar 3 hingga 4 narapidana terindikasi terlibat langsung sebagai aktor utama pesta tersebut.

Keberadaan barang-barang mewah yang dilarang keras masuk ke dalam lapas mulai dari telepon genggam untuk merekam, lampu disko warna-warni, pengeras suara musik, hingga paket narkotika jenis sabu menimbulkan pertanyaan besar mengenai sistem pengawasan rutan. 

Read more: Geger! Puluhan Ribu PNS Prancis Termasuk Damkar dan Guru Demo Untuk Menolak Pembekuan Gaji dan Anggaran Pemerintah

Tabir kecurigaan pun terungkap. Pihak rutan mendeteksi adanya keterlibatan dua oknum pegawai Rutan Depok yang menjadi "pintu masuk" barang-barang haram tersebut. Kedua oknum yang kini diperiksa intensif berasal dari jajaran satuan pengamanan dan staf bimbingan kerja.

Sumber:

UPDATE TERBARU