Sita 12 Petasan hingga Bahan Bom Molotov, Ini Kronologi Penangkapan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI
--
Berdasarkan interogasi berkala, polisi mengindikasikan bahwa keberadaan mereka di sekitar lokasi demonstrasi memiliki tujuan tunggal, yaitu memicu konflik horizontal serta bentrokan fisik antara petugas pengamanan dengan peserta aksi mahasiswa.
Kehadiran logistik berbahaya seperti bom molotov dan petasan bertekanan tinggi dinilai menjadi bukti material bahwa ada rancangan sistematis untuk mencederai esensi penyampaian aspirasi publik yang dilindungi oleh undang-undang. Pihak kepolisian masih terus mendalami aktor intelektual di balik pergerakan kelompok ini serta sasaran utama dari pelemparan bahan kimia peledak tersebut.
Read more: Rekayasa Lalu Lintas Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Hindari Beberapa Titik Wilayah Ini!
Dalam operasi penangkapan terukur yang dilakukan oleh Tim Preventive Strike dan Preemptive Education, petugas di lapangan melakukan penggeledahan badan dan tas terhadap para terduga perusuh. Hasil penggeledahan tersebut menghasilkan temuan sejumlah barang bukti material berbahaya yang langsung diamankan ke markas Polda Metro Jaya. Komoditas berbahaya tersebut dipersiapkan sedemikian rupa sebagai alat penyerangan taktis.
Secara rinci, barang bukti yang berhasil disita meliputi 12 buah petasan berukuran sedang, beberapa buah flare kembang api, serta enam botol kaca berisi sisa cairan pemantik yang dipersiapkan khusus sebagai bahan baku bom molotov.
Polisi menyayangkan adanya upaya penyelundupan barang-barang tersebut ke tengah kerumunan massa, karena apabila peledakan terjadi, dampaknya tidak hanya membahayakan keselamatan aparat kepolisian yang bertugas, melainkan juga mengancam bodi fisik para mahasiswa serta masyarakat sipil yang berada di sekitar kawasan Bundaran HI.
9.242 Personel Gabungan Dikerahkan Tanpa Senjata Api
Guna mengawal stabilitas keamanan ibu kota yang diwarnai oleh total 31 titik aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat secara bersamaan, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 9.242 personel gabungan.
Kekuatan pengamanan terintegrasi ini terdiri atas unsur kepolisian polda dan polres jajaran sebanyak 5.892 personel, unsur TNI sebanyak 1.500 personel, serta bantuan kendali operasi atau BKO Mabes Polri sebanyak 1.850 personel aktif.