Sekretaris Restoran Korea di Surabaya Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual Berulang Hingga Ingin Akhiri Hidup
--
Read more: Kepolisian Amankan Sejumlah Terduga Pelaku Karhutla di Kalimantan, Identitas Masih Dirahasiakan
Read more: Warek Unsoed Diduga Cari Cara Demi Kembalikan Uang Rp650 Juta Milik Calon Mahasiswa Gagal Masuk FK
Setelah sempat meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Korea Selatan pada akhir Mei, SSY disebut kembali ke Indonesia pada 24 Juli. Menurut MAD, dugaan kekerasan seksual kembali terjadi setelah pemilik restoran tersebut kembali beraktivitas di restoran. Peristiwa itu disebut berlanjut hingga 26 Juli.
Puncaknya terjadi pada 27 dan 28 Juli. MAD mengatakan dirinya mulai berani menolak ketika SSY kembali melakukan tindakan serupa. Pada 28 Juli, ia mengaku kembali dicekoki minuman sebelum akhirnya berpura-pura mabuk dan terlibat pertengkaran dengan SSY.
"Lalu tanggal 27 Juli, dia mau melakukan hal yang sama, tapi saya berani melawan, saya tolak. Tanggal 28 saya kembali dicekoki 7 gelas wine Plaga. Saya kemudian pura-pura mabuk, saya marah-marah. Akhirnya saya bertengkar sama dia," sambungnya.
Read more: Harapan Tumbang! Orang Tua Bayar Rp650 Juta untuk Masuk Kedokteran Unsoed, Anaknya Tetap Gagal
Read more: Terganggu Namanya Terseret Isu EJR, El Rumi Tegaskan Tak Pernah Terlibat Kasus Pelecehan
Pertengkaran tersebut kemudian menjadi kesempatan bagi MAD untuk meminta pertolongan. Ia berhasil masuk ke kamar yang sebelumnya jarang digunakannya karena selama ini mengaku tidur di kamar SSY. MAD lalu menghubungi manajer restoran dan meminta bantuan. Beberapa orang datang bersama seorang asisten rumah tangga berinisial SUF (24), yang juga disebut telah melaporkan dugaan kekerasan seksual.
MAD mengaku dirinya dan SUF akhirnya berhasil keluar setelah orang-orang yang datang membuka pintu utama dan gerbang. Dalam kondisi tertekan, MAD mengatakan dirinya sempat berpikir untuk bunuh diri.