Saturday 22nd of August 2026
×

Sekretaris Restoran Korea di Surabaya Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual Berulang Hingga Ingin Akhiri Hidup

Sekretaris Restoran Korea di Surabaya Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual Berulang Hingga Ingin Akhiri Hidup

--

OTONITY.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai update kasus pelecehan seksual Restoran Korea Son Ga Surabaya yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret pemilik restoran Korea di Surabaya berinisial SSY (64) kembali mencuat setelah seorang mantan sekretarisnya, MAD (28), menceritakan pengalaman yang dialaminya. MAD mengaku mengalami kekerasan seksual berulang hingga berada dalam tekanan berat dan sempat terpikir untuk mengakhiri hidup.


Menurut penuturan MAD, kejadian bermula pada 12 Maret 2026 ketika SSY mengadakan pesta minuman keras bersama rekannya yang juga warga Korea Selatan. Saat itu, MAD mengaku dicekoki minuman hingga kehilangan kesadaran.

Read more: Bos Restoran Korea Son Ga Surabaya Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Polisi: 'Masih Penyelidikan'

Read more: Menhub Ungkap Penyebab KMP Bontang Express II Terbakar, Dipastikan Tak Ada Korban Jiwa

"Itu minum mulai pukul 8 malam, sampai dinihari tanggal 13 Maret 2026. Saya di resto dicekoki minuman. Setelah selesai minum, saya kehilangan kesadaran," ujar MAD.

Dalam kondisi tersebut, MAD kemudian diajak menggunakan kendaraan menuju sebuah hotel. Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena sebelumnya tidak pernah mengalami kejadian serupa. Setibanya di hotel, MAD menyebut dirinya berada dalam kondisi tidak berdaya akibat pengaruh alkohol.

MAD mengaku setelah kejadian pertama, dugaan kekerasan seksual tersebut terus berulang. Ia mengatakan tindakan itu dilakukan hingga 21 Mei 2026 dan kerap didahului dengan pemberian minuman beralkohol.

"Dia marah mengancam pecat saya, gaji tidak dikeluarkan, keluarga diancam mau dikirimi tukang pukul. Karena kondisi saya dibawah pengaruh alkohol, dia memperkosa saya saat itu," ungkapnya.

Korban mengaku tidak berani melawan karena merasa mendapatkan ancaman terhadap dirinya, keluarga, serta rekan-rekannya. Ia juga menyebut adanya ancaman pemecatan dan penahanan gaji yang membuatnya semakin sulit untuk meninggalkan situasi tersebut.

Sumber:

UPDATE TERBARU