Apa Itu Virus Zika? Waspada! Kenali Gejala hingga Cara Pencegahannya!
--
OTONITY.com - Peringatan kesehatan perjalanan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat terkait potensi paparan virus Zika di Bali telah menarik perhatian publik.
Meskipun Dinas Kesehatan Bali melaporkan tidak adanya kasus terkonfirmasi penularan lokal, keberadaan virus yang ditularkan oleh nyamuk ini tidak dapat diabaikan.
Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi dari Griffith University di Australia, menegaskan bahwa potensi sirkulasi virus Zika di Indonesia adalah nyata, mengingat kondisi ekologis negara ini yang sangat mendukung. Lantas, apa sebenarnya virus Zika itu, serta bagaimana gejala dan cara penularannya?
Apa Itu Virus Zika dan Apa Saja Gejalanya?
Read more: Wanita Sopir Outlander Resmi Ditetapkan Tersangka, Usai 1 Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun!
Informasi yang dilansir dari health.kompas.com, Infeksi virus Zika adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang terutama ditularkan melalui nyamuk Aedes (Aedes aegypti dan Aedes albopictus).
Tidak ada pengobatan khusus untuk virus Zika, dan saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegahnya maupun obat untuk menyembuhkannya.
Sebagian besar kasus infeksi virus Zika bersifat ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). Kondisi ini sering kali menghadirkan tantangan epidemiologis karena individu yang tidak merasa sakit tetap dapat menularkan virus tersebut.
Dicky menjelaskan bahwa infeksi virus Zika memicu beberapa gejala klinis yang sering kali menyerupai gejala demam berdarah dengue (DBD) atau chikungunya:
- Demam ringan: Biasanya demam tingkat rendah dengan suhu tubuh di bawah 38,5 derajat Celsius.
- Ruam kulit: Munculnya ruam makulopapular (bercak merah) pada kulit.
- Mata merah: Konjungtivitis non-purulen (mata merah tanpa nanah).
- Nyeri sendi dan otot: Rasa nyeri atau pegal pada sendi (artralgia) dan otot (mialgia), terkadang disertai pembengkakan di area sendi.
- Gejala umum lainnya: Sakit kepala, kelemahan fisik, dan rasa lesu.
"Kombinasi ruam, mata merah, nyeri sendi, dan demam ringan ini cukup khas, tetapi tidak spesifik karena sangat menyerupai DBD atau chikungunya. Biasanya gejala berlangsung sekitar 2 hingga 7 hari," ujar Dicky kepada Kompas.com pada hari Senin (24 Agustus 2026).
4 Jalur Penularan Virus Zika
Read more: Usai Seruan Boikot Bank Mandiri, Kini Saham Turun Hingga 0,47 Persen Imbas Pemblokiran Rekening!
Berbeda dengan anggapan umum bahwa Zika hanya menular melalui gigitan serangga, Dicky memaparkan empat jalur utama penularan virus Zika:
Gigitan Nyamuk (Jalur Utama)
Ditularkan terutama oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari, meskipun juga ditemukan aktif pada malam hari di kawasan perkotaan yang terang benderang.