Dago Dairy Adalah? Peternakan Sapi Perah dari Bandung yang Miliki Lebih dari 20 Sapi Resmi Tutup
--
Read more: Kepala BGN Ungkap Rincian Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, 97% Hanya Untuk Program Makan
“Hampir dua tahun kami kekurangan karyawan. Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan,” ujar Mark Hallet dalam video yang dibagikan melalui akun Instagram Dago Dairy.
Kekurangan tenaga kerja membuat beban pekerjaan harus ditanggung oleh pengelola dengan waktu kerja yang lebih panjang. Mark bahkan mengaku harus menjalankan dua shift sehingga kesulitan membagi waktu untuk mengurus sapi sekaligus melakukan perawatan terhadap fasilitas peternakan.
“Saya harus bekerja dua shift. Saya tidak punya waktu untuk merawat sapi dengan baik atau memperbaiki kandang,” lanjut Mark.
Read more: Profil Zia Riza, Konten Kreator Imam Bawang dan Dani Ayam yang Ternyata Lolosan Indonesian idol XIII
Masalah keberlanjutan keluarga juga turut menjadi pertimbangan. Kedua putra Mark dan Yanti diketahui tinggal di Australia dan tidak memiliki rencana untuk mengambil alih bisnis peternakan tersebut.
“Kedua putra kami tinggal di Australia. Mereka mencintai Indonesia, tetapi tidak ingin melanjutkan peternakan,” ungkap Yanti.
Penutupan Dago Dairy menjadi akhir dari perjalanan usaha yang selama bertahun-tahun menggabungkan produksi susu dengan edukasi peternakan. Pihak pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja, pelanggan, serta berbagai pihak yang telah mendukung Dago Dairy selama beroperasi.
Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan update berita terbaru melalui Otonity.com!