Video Rapat Kadisdik Kalteng Soal MBG Tetap Berjalan Viral, Sampaikan Klarifkasi Hingga PJJ Siswa Terbaru!
--
Sekolah di daerah dengan kualitas udara kategori tidak sehat hingga berbahaya diarahkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, sementara wilayah dengan kualitas udara aman dapat melanjutkan kegiatan belajar tatap muka.
"PJJ ditetapkan sejak 31 Agustus 2026 dan dievaluasi selama tiga hari sekali," ujar Reza.
Selama pembelajaran jarak jauh, siswa mengikuti pelajaran dari rumah mulai pukul 08.00 WIB, dengan durasi setiap sesi pelajaran selama 30 menit.
Informasi yang dilansir dari possindo.com, Mata pelajaran praktik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat dialihkan sementara ke pembelajaran berbasis teori, sedangkan kegiatan belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) disesuaikan dengan kebutuhan khusus siswa.
Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah juga memanfaatkan platform Kelas Digital "Huma Betang" untuk memantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh serta kondisi sekolah berdasarkan indikator ISPU.
Kepala sekolah diwajibkan memberikan laporan berkala mengenai perkembangan pembelajaran dan kualitas udara setempat. Masalah konektivitas internet juga menjadi perhatian setelah diketahui adanya siswa di Barito Timur yang masih datang ke sekolah akibat kurangnya akses internet di rumah.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan menginstruksikan sekolah untuk menyediakan metode pembelajaran alternatif melalui modul dan penugasan.
"Kalau tidak ada internet maka modulnya yang diberikan, sehingga guru bisa memberikan tugas," ungkap Reza.
Para orang tua juga diimbau untuk memastikan anak-anak mereka tetap berada di rumah selama masa pembelajaran jarak jauh dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Jika kualitas udara membaik, kegiatan belajar tatap muka dapat dilanjutkan kembali, namun pembelajaran jarak jauh dapat diperpanjang di wilayah yang masih terdampak kabut asap.