Diduga Korsleting Listrik dari Indekos, 114 Rumah di Gambir Hangus Terbakar dalam Hitungan Jam
--
OTONITY.com - Penyelidikan mendalam mengenai penyebab musibah kebakaran besar di pemukiman padat Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat mulai menemui titik terang. Aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah yang menghanguskan sedikitnya 114 unit rumah tinggal tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya korsleting atau hubungan pendek arus listrik yang berasal dari sebuah bangunan rumah indekos.
Kondisi bangunan semipermanen yang mayoritas bermaterial kayu serta tata letak rumah yang saling berdempetan membuat rembetan api menjalar secara ekstrem hanya dalam hitungan jam. Data terkini dari posko kedaruratan mencatat dampak sosial yang sangat memprihatinkan, di mana insiden ini mengakibatkan 310 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 880 jiwa mendadak kehilangan harta benda dan tempat tinggal mereka.
Read more: Resmi! Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie di PN Jakarta Selatan, Gosip Lama yang Berujung Fakta
Titik Awal Api dari Lantai Dua Rumah Kos
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi mata, percikan api pertama kali terlihat membubung dari lantai dua sebuah rumah indekos yang berlokasi di area Jalan Batu Ceper 9, Gambir. Angin kencang yang bertiup di siang bolong membuat lidah api dengan cepat meloncat ke atap-atap rumah di sekitarnya sebelum warga sempat melakukan tindakan pencegahan.
Situasi diperparah lantaran saat api pertama kali berkobar sekitar pukul 13.30 WIB, kondisi lingkungan sekitar sedang sepi dari aktivitas warga dewasa. Sebagian besar penghuni pemukiman tersebut sedang pergi bersama-sama ke tempat pemakaman umum untuk mengantarkan jenazah salah seorang warga yang baru saja meninggal dunia. Ketiadaan warga di lokasi pada menit-menit awal krusial menyebabkan api gagal dilokalisasi secara mandiri dan dengan cepat berubah menjadi kebakaran konvensional berskala besar.
Pengerahan 27 Unit Damkar dan Penyelidikan Forensik
Kepala Suku Dinam Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh guna menjinakkan kobaran api.
Sebanyak 27 unit mobil pompa pemadam kebakaran beserta 135 personel diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Petugas harus berjibaku menyambung jaringan selang air hingga ratusan meter karena akses gang yang sangat sempit dan padat menghalangi armada besar masuk ke titik utama api.