Terungkap Identitas Mayat Perempuan dalam Kardus di Babakan Ciparay Bandung, Korban Warga Lampung
--
Petugas langsung memasang garis polisi guna mengamankan lokasi, mengumpulkan rekaman CCTV sekitar, serta mengevakuasi paket kardus berisi mayat perempuan malang itu menuju Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih untuk proses autopsi medis.
Siasat Pelaku Mengelabui Jasa Angkutan Online
Seiring penyelidikan yang berjalan cepat, polisi berhasil mengurai fakta bahwa pelaku pembunuhan sempat berupaya membuang jasad korban menggunakan jasa mobil angkutan pikap ekspedisi daring bernomor polisi D 8683 EV. Sopir mobil pikap, Tegar, menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan order pengangkutan barang dari wilayah Andir dengan titik tujuan akhir menuju kawasan Kopo.
Saat tiba di titik penjemputan awal, pelaku berinisial SDS (31) meminta Tegar untuk membantu menaikkan paket kardus yang sangat berat tersebut ke atas bak pikap. Di tengah perjalanan, Tegar mulai menaruh rasa curiga yang mendalam karena mencium aroma bau aneh dan tidak sedap yang menyengat indra penciumannya dari arah muatan.
Read more: Sejoli Kepergok Mesum di Gunung Prau Viral, Sempat Terlibat Cekcok Saat Dinasehati!
Ketika Tegar menanyakan isi paket tersebut, pelaku SDS sempat berdalih dan berbohong dengan menyebutkan bahwa kardus besar itu hanya berisi tumpukan besi dan pakaian bekas. Karena merasa panik akibat cecaran pertanyaan sang sopir yang tidak memercayai alibinya, pelaku akhirnya meminta diturunkan secara paksa sebelum lampu merah Pasir Koja, tepatnya di pertigaan Jalan Terusan Suryani, lalu menggelindingkan kardus itu ke tepi jalan sebelum melarikan diri.
Kerja keras jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung membuahkan hasil manis. Berbekal keterangan saksi sopir pikap, pemeriksaan saksi tetangga kos korban, serta analisis rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi berhasil mendeteksi rute pelarian terduga pelaku utama.
Pelaku SDS berhasil diringkus oleh tim gabungan kepolisian dalam kurun waktu kurang dari enam jam setelah jasad korban ditemukan. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan berarti saat berada di dalam armada bus dalam perjalanannya melarikan diri menuju Kota Palembang, Sumatra Selatan. Saat ini, SDS telah resmi dijebloskan ke ruang tahanan Mapolrestabes Bandung guna menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif asmara atau materi di balik tindakan pembunuhan keji tersebut.