Tuntutan Mahasiswa UINSA Minta Rektor Turun Viral, Gerbang Kampus Disegel Pembelajaran Daring!
--
OTONITY.com - Aksi protes mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang menolak kepemimpinan Rektor Akh Muzakki masih terus berlangsung. Pada Senin pagi (21 September 2026), mahasiswa menyegel gerbang utama kampus di Jalan Ahmad Yani.
Koordinator lapangan aksi, Fadlurrahman Fazle, menyatakan bahwa penyegelan gerbang dimulai pukul 06.00 WIB. Menurutnya, tindakan tersebut berdampak pada kegiatan akademik di kampus.
"Kampus kami segel. Tidak ada aktivitas perkuliahan hari ini," ujar Fadlurrahman, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UINSA.
Ia menyebutkan bahwa mahasiswa masih diperbolehkan masuk dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau menggunakan aplikasi khusus mahasiswa UINSA. Sementara itu, staf administrasi dan pendukung hanya diizinkan masuk untuk melakukan absensi; kendaraan karyawan harus diparkir di luar area kampus.
Penyegelan gerbang tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalur lambat (frontage road) Jalan Ahmad Yani. Sejumlah karyawan yang tidak dapat memasuki area kampus terlihat berkumpul di dekat pintu masuk.
Fadlurrahman menyatakan bahwa aksi protes akan terus berlanjut hingga tuntutan utama mahasiswa dipenuhi, yaitu pencopotan Akh Muzakki dari jabatan Rektor UINSA.
"Aksi akan terus kami lakukan sampai rektor turun," tegasnya.
Penolakan terhadap Akh Muzakki muncul setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar melantiknya sebagai Rektor UINSA periode 2026–2030 di kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada Selasa (15 September 2026).
Sehari setelah pelantikan, mahasiswa menggelar aksi protes di kampus, mendesak Akh Muzakki untuk mundur atau dicopot dari jabatannya.
Aksi protes berlanjut pada 17 September, dan mahasiswa berjanji akan kembali bergerak pada Senin (21 September 2026) jika tidak ada kepastian mengenai tuntutan mereka.
Dalam aksi protes tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan. Selain mendesak Akh Muzakki mundur sebagai rektor, mereka menuntut terciptanya lingkungan kampus yang aman dan harmonis bagi dosen, mahasiswa, serta staf administrasi.
Read more: Menguak Skandal Besar Pemuka Agama: Kronologi Kasus Biksu Thailand Viral yang Menghebohkan Dunia
Para mahasiswa juga mendesak dilakukannya audit terhadap laporan pertanggungjawaban Akh Muzakki selama masa jabatannya, serta meminta Menteri Agama untuk mempertimbangkan aspirasi warga kampus UINSA dalam pemilihan pimpinan kampus.
Tuntutan lainnya berkaitan dengan proses hukum yang menurut para mahasiswa memerlukan tindak lanjut lebih jauh. Mereka mendesak pihak kejaksaan untuk meningkatkan status perkara yang melibatkan Akh Muzakki ke tahap penyidikan formal dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.