Misteri Mayat Terborgol di Bangunan Calon SPPG Kendal, Korban Ternyata Pria Kaliwungu yang Hilang Sepekan
--
OTONITY - Masyarakat di sekitar Jalan Arteri, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi mengenaskan.
Jasad yang ditemukan di lantai dua sebuah bangunan kosong bercat putih-biru tersebut berada dalam keadaan mulai membusuk dengan posisi tangan kiri terikat borgol besi pada teralis jendela. Aparat kepolisian yang bergerak cepat ke lokasi kejadian kini berhasil mengungkap identitas resmi dari korban tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi fisik dan pencocokan data primer oleh tim INAFIS, korban dipastikan bernama Donna Nuzulul Aditya (29), seorang pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, pihak keluarga dilaporkan sempat kehilangan kontak dengan Donna selama kurang lebih satu pekan terakhir dan sempat berencana membuat laporan orang hilang resmi ke kantor polisi.
Penemuan jasad Donna bermula dari kecurigaan seorang petugas parkir yang biasa beraktivitas di sekitar Jalan Arteri Brangsong. Saksi mata tersebut mencium adanya aroma bau busuk yang sangat menyengat dan tidak wajar bersumber dari arah dalam gedung kosong dua lantai tersebut.
Merasa ada hal yang tidak beres, petugas parkir itu kemudian mengajak dua orang warga setempat untuk menelusuri sumber bau hingga ke lantai dua bangunan.
Saat melangkah ke area ruang tengah lantai dua, para saksi terkejut melihat sesosok tubuh manusia yang terbujur kaku di atas selembar karpet lantai. Korban ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap berupa jaket hoodie berwarna hitam dan celana jeans.
Read more: Pendapatan Kurir Ojol Bakal Naik, Komdigi Susun Aturan dan Jamin Perlindungan Para Pekerja
Namun, pandangan saksi langsung tertuju pada tangan kiri korban yang dalam posisi terikat menggunakan borgol besi ke bilah teralis jendela. Penemuan mengerikan itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Brangsong dan Polres Kendal.
Petugas kepolisian bersama tim medis yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan area dengan memasang garis polisi di sekeliling bangunan. Jasad korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara TK II Semarang untuk menjalani proses autopsi mendalam guna mengungkap penyebab pasti kematian. Berdasarkan estimasi tim dokter forensik, melihat tingkat pembusukan jasad yang membengkak, Donna diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 10 hari sebelum akhirnya ditemukan.