Hasil Autopsi Mayat Terborgol di Bangunan Terbengkalai Kendal: Alami Trauma Kepala Akibat Hantaman Benda Tumpul
--
OTONITY - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendal terus melakukan pendalaman intensif untuk membongkar tabir kematian Donna Nuzulul Aditya (29), pria yang ditemukan tewas terborgol di sebuah gedung kosong di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong.
Pihak kepolisian kini telah mengantongi hasil resmi autopsi dari RS Bhayangkara Semarang, sementara Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi penting mengenai status hukum bangunan tempat penemuan mayat tersebut.
Kapolres Kendal, AKBP Ratna Quratul Ainy, mengungkapkan bahwa hasil autopsi forensik menguatkan dugaan bahwa Donna merupakan korban tindak pidana pembunuhan berencana.
Read more: Terungkap Sosok Mahasiswa UNPRI Medan Tewas Jatuh dari Lantai 22, Ternyata Berasal Dari Kampus Ini!
Tim dokter menemukan adanya bekas luka robek dan trauma berat pada bagian kepala korban yang diduga kuat timbul akibat hantaman keras benda tumpul secara berulang kali. Selain itu, penyidik mengamankan sejumlah sampel bercak darah kering di sekitar karpet tempat korban bersandar serta sidik jari yang menempel pada borgol jendela.
Di tengah bergulirnya kasus pidana ini, status bangunan komersial tempat jasad korban ditemukan sempat memicu polemik karena warga menyebutnya sebagai calon kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Tysa, memberikan klarifikasi resmi bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan struktural maupun hukum dengan pihak BGN pusat maupun daerah.
"Setelah kami lakukan penelusuran di lapangan, termasuk koordinasi dengan korwil setempat, diketahui bahwa itu adalah gedung yang hanya mirip dengan gedung SPPG," ujar Tysa dalam rilis resminya.
BGN menegaskan bahwa di lokasi tersebut tidak pernah ada izin operasional, aktivitas kemitraan, maupun program pemenuhan gizi yang terdaftar. Bangunan rumah berarsitektur putih-biru itu diketahui murni milik warga lokal bernama Azka Aulia yang sedang dikontrak oleh sebuah yayasan swasta asal Jakarta sejak Februari 2026.
Kini fokus utama penyidik Polres Kendal adalah melacak jejak komunikasi terakhir serta lingkaran pertemanan terdekat Donna sebelum dilaporkan menghilang.
Polisi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang sempat melihat aktivitas korban atau kendaraan mencurigakan di sekitar Jalan Arteri Brangsong dalam rentang waktu sepekan terakhir untuk segera melapor. Penyelidikan taktis terus digenjot demi mengungkap motif asli pelaku di balik penyiksaan dan pembunuhan keji ini.