Tuesday 20th of October 2026
×

Akibat Lonjakan Harga Komoditas Pokok, Bank Indonesia Laporkan Inflasi Pangan Bergejolak Capai 5,03 Persen

Akibat Lonjakan Harga Komoditas Pokok, Bank Indonesia Laporkan Inflasi Pangan Bergejolak Capai 5,03 Persen

--

OTONITY.com – Tantangan ekonomi domestik kian nyata setelah Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru mengenai laju indeks harga konsumen. Inflasi komponen pangan bergejolak (volatile food) dilaporkan menembus angka 5,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lonjakan yang terjadi melampaui batas aman yang ditargetkan otoritas moneter tersebut langsung memicu perhatian serius di tingkat pemerintahan tertinggi. Menanggapi situasi yang dapat mengancam daya beli masyarakat ini, Presiden Prabowo Subianto segera menginstruksikan jajaran terkait, termasuk Bank Indonesia, untuk memperkuat stabilitas makroekonomi dan mengamankan pasokan pangan nasional.


Read more: Cegah Pemborosan APBN: Pengawasan Dapur Makan Bergizi Gratis Pakai Teknologi AI Tanpa Anggaran CCTV Baru

Kenaikan harga barang pokok di pasar tradisional dan modern dalam beberapa pekan terakhir ditengarai menjadi motor utama pembengkakan angka tersebut. Meski di sisi lain inflasi inti nasional terpantau masih sangat terkendali di level 2,84 persen, melambungnya harga kelompok pangan dikhawatirkan memberi pukulan telak bagi pengeluaran rumah tangga kelas menengah ke bawah.

Komoditas harian seperti beras, cabai, dan minyak goreng menjadi perhatian utama karena fluktuasi harganya yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca global serta gangguan rantai distribusi antarwilayah.

Read more: Update Demonstrasi, 20 Oktober 2026: Ribuan Massa Gelar Aksi Demo Besar di Jakarta dan Kawasan Malioboro Yogyakarta

Berikut adalah respons cepat dan langkah strategis yang disiapkan otoritas moneter:

1. Sinergi Kuat BI dan Kementerian Pertanian

Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan akan segera memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Fokus utamanya adalah mengintervensi rantai pasok dan memperlancar distribusi komoditas pangan di berbagai daerah. Upaya ini ditargetkan untuk menekan kembali laju volatile food agar masuk ke koridor sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 persen plus-minus 1 persen. 

Sumber:

UPDATE TERBARU