Tuesday 20th of October 2026
×

Akibat Lonjakan Harga Komoditas Pokok, Bank Indonesia Laporkan Inflasi Pangan Bergejolak Capai 5,03 Persen

Akibat Lonjakan Harga Komoditas Pokok, Bank Indonesia Laporkan Inflasi Pangan Bergejolak Capai 5,03 Persen

--

2. Penjagaan Pasar Valuta Asing (Valas)

Tingginya inflasi pangan terjadi di tengah volatilitas pasar keuangan global dan bayang-bayang kebijakan suku bunga tinggi terdistorsi (higher for longer) dari bank sentral AS. BI berkomitmen untuk terus "berjaga di pasar" guna membentengi nilai tukar rupiah melalui tiga instrumen utama: 

  • Intervensi langsung di pasar spot
  • Transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)
  • Optimalisasi instrumen Non-Deliverable Forward (NDF)

Read more: Video Viral Detik-Detik Razia Kelab Malam di Jakarta, Bareskrim dan BNN Nyatakan Sejumlah Individu Positif Etomidate-Sabu

3. Insentif Biaya Lindung Nilai (Hedging)


Kebijakan pemberian insentif biaya hedging yang diterapkan sejak akhir Juni 2026 terbukti efektif meredam gejolak. BI melaporkan langkah ini berhasil menarik aliran modal asing (capital inflow) masuk ke Indonesia sebesar US$8 miliar hingga US$9 miliar melalui instrumen transaksi swap dan DNDF. Pasokan valas yang kuat ini krusial untuk menjaga stabilitas rupiah dari tekanan ekonomi luar negeri.

Sebagai benteng pertahanan ekonomi makro, Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk tetap "berjaga di pasar" guna meredam volatilitas nilai tukar rupiah. Otoritas moneter secara konsisten mengoptimalkan tiga instrumen utamanya, yaitu intervensi langsung di pasar spot, transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta penguatan instrumen Non-Deliverable Forward (NDF).

Read more: Kantor BPN Karawang Terbakar Hingga 70% Bangunan Hancur, Apa Penyebabnya?

Langkah BI dalam memberikan insentif biaya lindung nilai (hedging) sejak akhir Juni 2026 terbukti menjadi katalis positif bagi ketahanan moneter dalam negeri. Kebijakan ini sukses menarik aliran modal asing (capital inflow) masuk ke pasar keuangan domestik dengan nilai estimasi mencapai sekitar US$8 miliar hingga US$9 miliar melalui transaksi swap dan DNDF.

Kuatnya cadangan valas ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari gempuran sentimen global, sekaligus memastikan stabilitas harga barang impor secara keseluruhan.

Melalui bauran kebijakan moneter yang ketat dan sinergi pasokan fisik di lapangan, pemerintah optimistis laju inflasi pangan dapat segera diredam demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang positif.

Sumber:

UPDATE TERBARU