Sadis! Misteri Penemuan Abu Jenazah Korban Mutilasi Madiun yang Dibuang Pelaku ke Aliran Sungai Bengawan Solo
--
OTONITY.com – Madiun kembali diguncang oleh peristiwa kriminal yang sangat memilukan sekaligus mengerikan. Kasus hilangnya seorang ibu muda beserta anak balitanya yang semula memicu simpati publik kini berubah menjadi penyelidikan pembunuhan berencana berskala besar.
Pihak kepolisian dari Kepolisian Daerah Jawa Timur kini tengah membongkar rangkaian tindakan keji yang diduga dilakukan oleh orang terdekat korban untuk menghilangkan jejak secara total.
Kronologi Awal
Peristiwa memilukan ini bermula ketika seorang wanita bernama Dini Hardiyanti (30) bersama anak laki-lakinya yang masih berusia empat tahun, AGF, dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada September 2026.
Read more: Kumpulan Video Nurma HMT Viral dengan Seorang Pria, Akun Instagram dan TikTok Masih Diburu Warganet
Laporan kehilangan tersebut secara resmi diajukan ke Polres Madiun Kota pada awal Oktober 2026 setelah komunikasi dengan kedua korban terputus sama sekali. Pencarian yang awalnya difokuskan pada skenario orang hilang atau pelarian secara sukarela justru membawa penyidik pada temuan indikasi pidana yang sangat gelap.
Melalui penyelidikan intensif, Tim Jatanras Polda Jatim berhasil mendeteksi keberadaan terduga pelaku utama, yakni Dwi Bagus Martono, yang berstatus sebagai suami siri dari korban. Pelaku ditangkap oleh petugas kepolisian di wilayah Kabupaten Jombang setelah sempat berupaya melarikan diri dari kejaran petugas.
Informasi penangkapan ini langsung mengubah status penyelidikan secara drastis dari pencarian orang hilang menjadi kasus pembunuhan berencana yang disertai dengan mutilasi ekstrem.