Akhir Pelarian Dwi Bagus Martono: Siasat Licik Pelaku Mutilasi Madiun Ditangkap Polisi Setelah Dua Minggu Buron
--
OTONITY.com – Pelarian Dwi Bagus Martono (DBM), pria yang menjadi buruan utama dalam kasus pembunuhan berencana dan mutilasi ekstrem di Kota Madiun, Jawa Timur, akhirnya resmi berakhir. Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Madiun Kota berhasil membekuk tersangka setelah melakukan pengejaran intensif selama kurang lebih 15 hari.
Penangkapan ini sekaligus menguak tabir kegelapan dari misteri hilangnya seorang ibu muda, Dini Hardiyanti (30), dan anak balitanya yang masih berusia empat tahun, AGF.
Sebelum identitasnya terungkap sebagai arsitek di balik pembunuhan keji ini, Dwi Bagus Martono sempat memainkan peran yang sangat manipulatif. Ketika pihak keluarga korban mulai panik karena kehilangan kontak dengan Dini dan AGF sejak akhir September 2026, pelaku berpura-pura tidak tahu apa-apa.
Bahkan, demi membangun alibi dan menutupi jejak darah di tangannya, pelaku secara sukarela ikut mendampingi pihak keluarga korban saat mendatangi markas Polres Madiun Kota untuk membuat laporan resmi orang hilang.
Namun, drama dan alibi yang dibangun pelaku perlahan runtuh. Berdasarkan analisis digital, rekaman kamera pengawas (CCTV), dan keterangan para saksi, penyidik menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah kuat kepada pelaku. Menyadari posisinya mulai terdesak dan masuk dalam radar intaian kepolisian, pelaku langsung melarikan diri dari wilayah Madiun hingga akhirnya berhasil diringkus petugas di tempat persembunyiannya.
- Siasat Alibi Pelaku: Sesaat setelah korban dinyatakan hilang, pelaku Dwi Bagus Martono sempat berpura-pura tidak bersalah bahkan ikut mengantarkan keluarga korban untuk membuat laporan orang hilang di Polres Madiun Kota demi menutupi aksi kejinya.
- Motif Cemburu & Cekcok: Berdasarkan pemeriksaan awal, pembunuhan dipicu oleh pertengkaran hebat akibat rasa cemburu di sebuah hotel di wilayah Kota Madiun.
- Kronologi Eksekusi: Pelaku mencekik Dini hingga tewas di dalam kamar hotel. Jasad Dini kemudian dimasukkan ke dalam mobil. Di tengah perjalanan menggunakan mobil Suzuki Karimun, pelaku juga menghabisi nyawa sang anak (AGF) dengan cara mencekiknya.