Friday 6th of November 2026
×

Korban Penganiayaan Aparat di Tiro Pidie oleh Aparat TNI, Belasan Warga Sipil Dilarikan ke Rumah Sakit

Korban Penganiayaan Aparat di Tiro Pidie oleh Aparat TNI, Belasan Warga Sipil Dilarikan ke Rumah Sakit

--

ROOT OTONITY - Berikut adalah informasi mengenai Korban Penganiayaan Aparat di Tiro Pidie yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!

Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet resah dan khawatir. Salah satu berita menghebohkan tersebut adalah Korban Penganiayaan Aparat di Tiro Pidie yang dipicu oleh bendera Bulan dan Bintang.


Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!

Read more: Helikopter Mi-17 Jatuh Hingga Menewaskan Tiga Prajurit TNI, Apa Penyebabnya?

Korban Penganiayaan Aparat di Tiro Pidie

Insiden penganiayaan berawal dari penembakan yang terjadi setelah pasukan TNI melarang pengibaran bendera bulan bintang oleh sebagian warga di acara Maulud Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu (04/11).

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, warga tetap mengibarkan bendera bulan bintang di kompleks masjid setempat, yaitu lokasi acara tersebut.

Sementara, pasukan TNI berkukuh melarangnya dan menuntut agar bendera itu diturunkan. Lalu terjadilah apa yang disebut dalam laporan-laporan media sebagai kericuhan dan bentrokan antara pasukan TNI dan warga setempat. Situasi makin tidak terkendali, setelah warga melawan dengan lemparan batu dan TNI menambah pasukan ke lokasi bentrokan.

Di tengah situasi seperti itulah, seorang warga sipil kemudian tertembak dadanya. Namanya Abzalul Riza, 20 tahun. Dia bukan warga setempat dan dilaporkan berada di lokasi untuk melihat apa yang terjadi, kata orang tuanya.

Sampai Kamis (05/11) malam, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan yang berujung kematian itu.

Seorang saksi mata, yang dikutip sumber BBC News Indonesia, menyebut pelaku penembakan adalah anggota TNI. Saksi mata tersebut berada tidak jauh dari peristiwa penembakan, kata sumber tersebut.

Tetapi, keterangan resmi TNI menyebutkan, pihaknya sempat mengeluarkan "tembakan peringatan" karena "keselamatan personelnya terancam" menyusul perlawanan warga.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (AD) Brigjen Donny Pramono mengatakan, pihaknya saat itu menggunakan "munisi hampa" dan kemudian "munisi karet".

Bagaimanapun, tindakan kekerasan oleh aparat TNI dalam menyikapi pengibaran bendera bulan bintang di Pidie, dikritik oleh berbagai pihak di Aceh.

Belasan Warga Sipil Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain menyebabkan satu orang tewas, aksi kekerasan aparat TNI itu membuat belasan warga sipil harus dirawat di rumah sakit setempat karena terluka.

Mulai orang tua korban penembakan, mahasiswa, kelompok sipil, hingga politikus di Aceh menilai apa yang dilakukan pasukan TNI Angkatan Darat di Pidie itu tidak dapat dibenarkan.

Semestinya perbedaan pendapat tentang bendera bulan bintang diselesaikan melalui dialog dan bukan dengan kekerasan, kata mereka.

Read more: Habib Bahar Bin Smith Viral Bawa Massa Geruduk Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Tercatat Sebanyak 34 Orang Terluka

Suara-suara dari kelompok sipil kemudian menuntut agar pemerintah membentuk tim independen untuk menyelidikinya secara transparan.

Mereka pun mengingatkan agar pemerintah pusat dan pemerintah Aceh kembali berdialog untuk menyelesaikan masalah bendera bulan bintang. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, juga menuntut supaya masalah ini diselesaikan melalui proses hukum.

Seperti diketahui, bendera Aceh merupakan salah-satu hasil MoU Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005. Melalui MoU, Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyudahi konflik bersenjata sejak 1976.

Namun sampai sekarang, masalah bendera itu masih menjadi perselisihan antara kedua pihak. Mereka membuat aturan untuk menguatkan dan membenarkan alasannya.

Jakarta menganggap bendera itu identik dengan GAM dan harus dilarang, sementara Aceh menilai bendera tersebut merupakan kehormatan (prestise) bagi rakyat Aceh.

Itulah informasi mengenai Korban Penganiayaan Aparat di Tiro Pidie yang wajib kamu tahu. Pastikan ikuti kami terus untuk update berita terkini mengenai yang sedang terjadi di tanah air!

Sumber:

UPDATE TERBARU