Habib Aboe Bakar Al-Habsyi Meminta Maaf Sambil Menangis Usai Pernyataan 'Ulama dan Narkoba' Picu Polemik
--
Ia menjelaskan bahwa pernyataannya didorong oleh rasa prihatin yang mendalam atas maraknya peredaran gelap narkoba yang kian mengkhawatirkan, namun ia menyadari bahwa penyampaiannya telah menimbulkan kesalahpahaman serta melukai perasaan banyak pihak.
Usai pemeriksaan selama kurang lebih satu jam, Habib Aboe menemui awak media dengan wajah memerah dan suara bergetar. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pemberantasan narkoba, namun dengan cara komunikasi yang lebih santun dan penuh kehati-hatian.
Ia juga berharap agar permintaan maafnya dapat diterima oleh para kyai dan ulama di Madura demi menjaga kerukunan antara wakil rakyat dengan tokoh agama yang selama ini menjadi benteng moral bangsa.
Meski telah menyampaikan permohonan maaf secara lisan dan tertulis, proses di MKD tetap berjalan sesuai mekanisme tata tertib DPR. Hingga saat ini, publik masih menanti keputusan resmi MKD terkait apakah tindakan Habib Aboe masuk dalam kategori pelanggaran etik ringan atau sedang. Kasus ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik untuk lebih selektif dalam memilih diksi saat membahas isu-isu sensitif agar tidak menimbulkan kegaduhan sosial di kemudian hari.