Lecehkan Mahasiswi Asing, Guru Besar Unpad Kini Resmi Dinonaktifkan dari Kampus!
--
OTONITY.com - Salah satu guru besar di Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswa asing dalam program pertukaran pelajar. Akibat insiden ini, profesor tersebut telah diskors sementara oleh rektor Unpad.
Read more: Isi Video Viral Manuel Tobias Anak Indy Barends: Curhatan Soal Mental Health dan Pola Asuh Gen Z
Modus operandi profesor tersebut tersebar luas di media sosial. Ia diduga melakukan tindakan tersebut melalui pesan WhatsApp, meminta foto korban dalam balutan bikini.
Universitas akan menerapkan sanksi tegas sesuai dengan hukum jika ditemukan pelanggaran. Unpad juga menekankan pentingnya prosedur pembuktian yang menyeluruh untuk memastikan pengambilan keputusan yang akurat.
Dampak Fatal Pelecehan
Pelecehan digital bukanlah hal sepele. Meskipun bukan pertemuan tatap muka, pelecehan melalui obrolan seperti WhatsApp meninggalkan jejak, menyebabkan korban merasa lebih trauma.
Luka psikologis yang ditimbulkan sama seriusnya, karena kondisi ini berasal dari pengalaman traumatis. Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, Kepala Pelayanan Masyarakat di PP-PDSKJI, menyatakan bahwa pelecehan verbal atau digital dapat berdampak sangat besar.
"Karena korban merasa direndahkan, dipermalukan, dijadikan objek, kehilangan rasa aman," kata Dr. Lahargo saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
"Bahkan dalam beberapa kasus, efek emosionalnya bisa setara atau sangat berat, terutama bila percakapan tersebut menyebar luas dan diketahui banyak orang," lanjutnya.