Tuesday 12th of May 2026
×

MPR Klarifikasi Usai Kontroversi Lomba Cerdas Cermat, Ungkap Permintaan Maaf!

MPR Klarifikasi Usai Kontroversi Lomba Cerdas Cermat, Ungkap Permintaan Maaf!

--

OTONITY - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Abcandra Muhammad Akbar Supratman, meminta maaf atas insiden yang terjadi selama evaluasi final Lomba Kuis Empat Pilar (LCC) 2026, yang diadakan di Provinsi Kalimantan Barat.

Akbar menekankan bahwa MPR RI akan menyelidiki insiden tersebut dan mengevaluasi kinerja keseluruhan juri dan sistem kompetisi LCC Empat Pilar.


Read more: Geger! Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UIN Walisongo Terbongkar, Korban Disebut Lebih Dari 4 Orang

Read more: Erupsi Gunung Dukono Gegerkan Warga Halmahera Utara Setelah Dapat Status Waspada Sejak 2008, 17 Orang Berhasil Dievakuasi

"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Akbar dalam pernyataan resmi dari MPR RI pada Senin (11 Mei 2026).

Pemimpin MPR (Dewan Perwakilan Daerah) menyesalkan kontroversi seputar penjurian kompetisi dan mengingatkan juri tentang pentingnya bersikap objektif dan menerima keluhan peserta.

Oleh karena itu, lanjut Akbar, insiden ini akan menjadi peringatan penting untuk implementasi Empat Pilar Komisi Kebudayaan Lokal (LCC) yang lancar dan profesional di masa mendatang.

Lebih lanjut, Akbar juga menyinggung kelalaian dari pihak komisi dan juri, khususnya mengenai aspek teknis sistem suara dan mekanisme banding kompetisi. Bahkan, Akbar mengakui mengetahui adanya insiden serupa yang terjadi selama kompetisi tahun lalu di provinsi lain.

"Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini," katanya.

Kontroversi di Kuis MPR

Sebagai informasi, babak final Kompetisi Publik Kementerian Pendidikan dan Riset (MPR) tingkat provinsi Kalimantan Barat tahun 2026 telah digelar di Pontianak pada hari Sabtu (9 Mei 2026).

Read more: VIRAL! Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta dan YIA Gagal Berangkat dengan Modus Visa Wisata, Begini Kronologinya

Sembilan SMA dari Kalimantan Barat berpartisipasi dalam acara tersebut. Tiga SMA lolos ke babak final: SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Kontroversi muncul selama sesi tanya jawab acak dengan pertanyaan berikut,

Sumber:

UPDATE TERBARU