Wednesday 19th of August 2026
×

Sita 12 Petasan hingga Bahan Bom Molotov, Ini Kronologi Penangkapan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

 Sita 12 Petasan hingga Bahan Bom Molotov, Ini Kronologi Penangkapan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

--

OTONITY.com - Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya bergerak cepat menggagalkan potensi kerusuhan massal dengan mengamankan 21 orang menjelang aksi unjuk rasa yang digelar elemen mahasiswa di Ibu Kota.

Penangkapan preventif ini langsung menempati urutan pencarian tertinggi di internet lantaran para terduga pelaku kedapatan membawa sejumlah barang berbahaya yang diduga kuat akan digunakan untuk menyabotase jalannya penyampaian pendapat di muka umum.


Berdasarkan data operasional kepolisian, dari tangan puluhan orang tersebut disita barang bukti berupa belasan petasan, flare, serta beberapa botol kaca yang telah dimodifikasi untuk dijadikan bom molotov.

Read more: Spesifikasi dan Harga Tecno Pova 8 Pro, HP Gaming yang Bawa Gameplay Hingga 144 FPS!

Read more: Kronologi M Fahri Maulana, Remaja 16 Tahun Asal Tegal yang Terpeleset ke Dasar Kawah Gunung Slamet Hingga Meninggal Dunia

Tindakan tegas tim kepolisian ini bertepatan dengan momentum aksi demonstrasi besar-besaran yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI serta aliansi masyarakat sipil lainnya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Pihak aparat keamanan menegaskan bahwa pengamanan intensif dilakukan demi mengantisipasi penyusup gelap yang ingin memanfaatkan situasi politik demi menciptakan eskalasi bentrokan fisik di lapangan. Berikut adalah ulasan informatif mengenai hasil investigasi sementara, barang bukti yang disita, serta komitmen prosedur pengamanan dari Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan konfirmasi resmi mengenai latar belakang identitas 21 orang yang saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Hasil pendalaman awal tim penyidik menegaskan bahwa seluruh orang yang ditangkap tersebut dipastikan bukan merupakan mahasiswa maupun bagian dari kelompok pengunjuk rasa yang legal. Polisi mendeteksi kelompok ini sebagai elemen luar yang sengaja dikerahkan atau menyusup secara mandiri ke dalam barisan massa aksi.

Sumber:

UPDATE TERBARU