Wednesday 19th of August 2026
×

Rombongan Mendagri Disetop Ibu-ibu di Nagekeo NTT, Menangis Adukan Kondisi Air Bersih dan Rumah Rusak

Rombongan Mendagri Disetop Ibu-ibu di Nagekeo NTT, Menangis Adukan Kondisi Air Bersih dan Rumah Rusak

--

OTONITY.com - Momen dramatis mewarnai kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat meninjau langsung wilayah terdampak gempa bumi besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kata kunci mengenai aksi nekat sejumlah ibu-ibu yang menghentikan laju kendaraan operasional Mendagri kini menduduki urutan pencarian tertinggi di berbagai platform berita dan media sosial nasional.

Peristiwa penadangan tersebut terjadi secara spontan ketika rombongan kementerian tengah melintasi jalur darat di kawasan Kampung Kajulaki, Jalan Jenderal Sudirman, Mbay, Kabupaten Nagekeo.


Read more: Kronologi M Fahri Maulana, Remaja 16 Tahun Asal Tegal yang Terpeleset ke Dasar Kawah Gunung Slamet Hingga Meninggal Dunia

Read more: Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Diduga Perusuh Bawa Flare dan Molotov Jelang Demo Jakarta

Kunjungan Tito Karnavian ke Pulau Flores ini dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal proses tanggap darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda NTT beberapa hari sebelumnya.

Saat kendaraan dinas roda empat yang membawa rombongan kementerian melintas perlahan di area permukiman warga, kerumunan emak-emak setempat langsung merangsek maju ke tengah jalan raya guna memblokade laju mobil agar sang menteri bersedia turun melihat kondisi mereka. Berikut adalah ulasan informatif mengenai kronologi kejadian, aduan logistik warga, serta respons bantuan yang disalurkan oleh pemerintah di lapangan.

Kronologi Penadangan Mobil dan Jeritan Hati Emak-emak

Insiden pencegatan mobil dinas Mendagri Tito Karnavian ini berlangsung dengan suasana yang cukup emosional pada Selasa, 18 Agustus 2026. Begitu kendaraan menteri berhasil dihentikan, para ibu langsung mengerumuni bodi bodi kendaraan sembari mengetuk kaca mobil dan berteriak memanggil nama sang mantan Kapolri.

Melihat tingginya antusiasme warga yang bercampur dengan kepanikan pascabencana, Tito Karnavian memutuskan untuk mengesampingkan protokol pengawalan ketat, membuka pintu mobil, dan langsung turun berbaur di tengah kerumunan masyarakat.

Begitu Mendagri menginjakkan kaki di tanah, tangisan warga langsung pecah sambil menunjukkan bodi bodi bangunan rumah mereka yang sudah retak dan nyaris roboh akibat guncangan tektonik yang dahsyat.

Sumber:

UPDATE TERBARU