Wednesday 19th of August 2026
×

Rombongan Mendagri Disetop Ibu-ibu di Nagekeo NTT, Menangis Adukan Kondisi Air Bersih dan Rumah Rusak

Rombongan Mendagri Disetop Ibu-ibu di Nagekeo NTT, Menangis Adukan Kondisi Air Bersih dan Rumah Rusak

--

Warga mengeluhkan bahwa mereka sangat membutuhkan bantuan fisik karena takut tempat tinggal mereka ambruk sewaktu-waktu apabila terjadi gempa susulan. Selain masalah hunian, seorang ibu paruh baya juga nekat membawa sebuah wadah plastik berisi air keruh ke hadapan wajah Mendagri, mengadukan bahwa pasokan air bersih di kampung mereka terputus total pascabencana sehingga mereka terpaksa mengonsumsi air yang tidak higienis demi bertahan hidup di tenda darurat.

Mendengar rentetan keluh kesah yang disampaikan secara langsung oleh masyarakat Kajulaki, Mendagri Tito Karnavian langsung menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi pasokan di beberapa titik dan memberikan instruksi taktis di tempat. Ia menegaskan akan segera menelepon Bupati Nagekeo serta berkoordinasi lintas sektoral dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pertanian guna mempercepat pengiriman tangki air bersih, tenda komunal tambahan, logistik makanan, serta perbaikan sistem irigasi pertanian yang dilaporkan patah sepanjang seratus hektare.


Read more: Smartphone Xiaomi 18 Rilis Tanpa Model Ultra, Biaya Produksi Digadang jadi Penyebabnya!

Read more: Xiaomi 18 Ultra Disebut Batal Rilis, Model Ultra Akan Dicoret Digantikan dengan Varian Baru Ini!

Tito Karnavian juga memberikan edukasi dan menenangkan warga dengan memaparkan skema bantuan keuangan yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia memastikan bahwa seluruh bodi bodi rumah warga yang terdampak gempa akan segera didata secara terperinci oleh tim kedinasan daerah bersama Badan Pusat Statistik untuk diklasifikasikan ke dalam kategori rusak ringan, sedang, hingga berat. Untuk merangsang pemulihan ekonomi mandiri, pemerintah telah menganggarkan dana stimulus biaya perbaikan bangunan mulai dari Rp15 juta untuk tingkat kerusakan ringan hingga maksimal Rp70 juta bagi rumah warga yang mengalami kerusakan berat atau roboh total.

Sebelum mengakhiri dialog interaktifnya dengan para pengungsi di pinggir jalan, Tito Karnavian sempat menanyakan status fungsional pasokan energi utilitas publik di wilayah tersebut, seperti kestabilan sinyal komunikasi seluler serta aliran listrik pascabencana. Warga menyampaikan bahwa meskipun pasokan air bersih masih menjadi kendala utama, jaringan aliran listrik di Kampung Kajulaki sudah berhasil dinyalakan kembali berkat kerja cepat petugas Perusahaan Listrik Negara yang berhasil memulihkan 88 persen gardu rusak di Pulau Flores.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian personal yang instan terhadap beban hidup warga, Mendagri kemudian memanggil Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat untuk maju ke depan kerumunan.

Di hadapan para ibu yang mencegatnya, Tito Karnavian menyerahkan bantuan dana tunai mandiri sebesar Rp50 juta yang dititipkan langsung kepada Ketua RT tersebut untuk segera dibelanjakan kebutuhan dapur umum serta dibagikan secara adil kepada seluruh kepala keluarga yang terdampak gempa di lingkungan tersebut. Usai memberikan penguatan moril agar warga tetap kuat menghadapi cobaan, rombongan Mendagri akhirnya melanjutkan perjalanan darat menuju posko pengungsian utama di Desa Waekokak guna meninjau operasional fasilitas dapur umum kementerian.

Sumber:

UPDATE TERBARU