Tuesday 25th of August 2026
×

Seruan Boikot Bank Mandiri Memanas, Imbas Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Hingga Pencopotan Papan Nama di Gedung Jakarta!

Seruan Boikot Bank Mandiri Memanas, Imbas Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Hingga Pencopotan Papan Nama di Gedung Jakarta!

--

Dana tersebut tidak disita; uang itu tetap menjadi milik pemilik rekening. Jika tidak ditemukan indikasi aktivitas kriminal, akses terhadap dana tersebut akan dipulihkan kembali.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) turut angkat bicara. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyatakan bahwa lembaganya saat ini tidak sedang membekukan rekening AMPB, seraya menegaskan bahwa penyidik ​​memiliki wewenang tersendiri dalam hal tersebut. Publik pun dibuat bingung.


Read more: Axioo Hype 5 AMD X6 Tawarkan Performa Ryzen 5 di Kelas Harga Rp7 Jutaan, Streaming Makin Gacor!

Read more: Menhub Ungkap Penyebab KMP Bontang Express II Terbakar, Dipastikan Tak Ada Korban Jiwa

- Pihak bank menyebut adanya permintaan dari aparat berwenang.
- Polisi berbicara mengenai adanya pembekuan.
- PPATK menyatakan bukan mereka pelakunya.
- Namun, dana tersebut tetap tidak dapat diakses.

Justru warganetlah yang mengambil tindakan. Seruan untuk "memboikot Bank Mandiri" menyebar luas di platform X. Kata kunci "boikot" dan "Bank Mandiri" menjadi tren, dan kolom komentar Instagram bank tersebut dibanjiri berbagai reaksi.

Sebagian orang mengancam akan menarik seluruh dana mereka; yang lain berbicara tentang rencana pindah bank. Ada pula yang melontarkan komentar bernada sarkastis: "Mau boikot, tapi payroll masih Mandiri."

Seperti inilah wujud revolusi modern: semangat ala tahun 1945, namun tanggal gajian tetap tanggal 25. Seperti kata seseorang, "Nanti gw nggak makan."

Nah, inilah kenyataan yang dihadapi masyarakat awam. Memboikot bank tidaklah sama dengan berhenti membeli jajanan kaki lima. Hal-hal yang dipertaruhkan mencakup gaji, cicilan pinjaman, operasional bisnis, transfer, tabungan, serta berbagai kerumitan administratif lainnya.

Akibatnya, koalisi masyarakat sipil—seperti CELIOS, YLBHI, Amnesty International Indonesia, dan lainnya—menyampaikan kecaman keras.

Mereka memperingatkan bahwa jika publik memandang bank mampu menahan dana nasabah akibat tekanan dari pihak berwenang, risikonya jauh melampaui nilai Rp80,9 juta yang dipermasalahkan; hal ini mengancam kepercayaan terhadap sistem perbankan itu sendiri. Bank tumbuh dan berkembang berkat kepercayaan.

LPPI, melalui Trioksa, mengimbau agar seruan untuk melakukan bank run (penarikan dana besar-besaran secara serentak) tidak ditanggapi secara berlebihan.

Read more: Sosok Pemilik Son Ga Korean Family Restaurant Surabaya, Jadi Sorotan Usai Diduga Lakukan Pelecehan pada Karyawati

Setiap kasus harus dilihat secara individual. Bagaimanapun, kinerja Bank Mandiri tetap kuat; laba pada semester pertama tahun 2026 tumbuh sebesar 24,4 persen menjadi Rp30,4 triliun. Kendati demikian, saham BMRI sempat turun 0,71 persen ke level Rp4.190 pada sesi perdagangan pertama.

Sumber:

UPDATE TERBARU