Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak Ketika Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Basarnas Kerahkan Pasukan di Selat Sunda
--
Kronologi Kapal Hilang Kontak
Berdasarkan penuturan Sandi, ia mendapatkan update perihal kapal yang tidak dapat dihubungi pertama kali diterimanya dari Kapolsek Carita. Sandi mengatakan tidak menerima informasi tersebut langsung dari nakhoda kapal.
Read more: Eva Stevany Rataba Anggota DPR yang Masuk Desil 4 Viral, Harta Kekayaannya Capai Rp16 Miliar!
Kapal ini pun juga memiliki global positioning system (GPS) portabel, tetapi Sandi mengaku tidak mengetahui apakah perangkat tersebut dapat digunakan untuk melacak posisi kapal.
Usai mendapatkan info kapal hilang kontak, Sandi turut berupaya mencari informasi dengan menghubungi sejumlah kerabat di wilayah Pulau Sebesi, Lampung, serta berkoordinasi dengan Basarnas.
"Ya, saya sudah menghubungi beberapa saudara-saudara kita yang ada di wilayah Sebesi, Lampung. Alhamdulillah sekarang juga sedang berusaha untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya," jelas dia.
Sandi menyebutkan bahwa perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sandi juga membenarkan bahwa pemandu dalam rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya.
"Masih ada dengan guide-nya, Pak," ujar Sandi.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melanjutkan operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.
Melalui keterangan resmi dinyatakan bahwa operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) pagi. Sejumlah unsur SAR dan armada dikerahkan untuk menyisir wilayah yang menjadi lokasi terakhir jurnalis melakukan peliputan.
Lewat operasi ini, Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten serta RIB 02 Lampung dari Basarnas Lampung. Pencarian juga melibatkan unsur lain, yakni KAL Anyer dari Lanal Banten, KP Sanjaya 7017 dari Polairud Mabes Polri, serta ambulans dari FBN.
Operasi SAR dilakukan setelah sejumlah jurnalis berada di kawasan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Salah satunya adalah jurnalis Merdeka.com, Arie Basuki yang berada di kawasan bersama sejumlah jurnalis lain, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Yudhistiro dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Demikianlah informasi mengenai berita yang tengah viral diantara masyarakat tanah air ini mengenai 5 Jurnalis yang Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Hilang Kontak. Jadi Pastikan kamu mengikuti kami untuk terus mendapatkan informasi terupdate!