Update 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau di Selat Sunda Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian
--
Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian
Dalam keterangannya sang, pemilik kapal, Sandi Wiasa, menyatakan bahwa kapal dalam kondisi layak berlayar dan dilengkapi dokumen serta jaket pelampung saat bertolak dari Dermaga Pegedongan.
Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan," kata Sandi dilansir Antara, Rabu (9/9/2026).
Di sini ia mengatakan kondisi perairan ketika kapal berangkat tergolong normal dan kapal membawa delapan orang, sesuai dengan kapasitas kapal. Ia juga memastikan kapal memiliki dokumen perizinan serta jaket pelampung.
"Masih layak. Kapal layak untuk jalan," jelasnya mengonfirmasi.
"Untuk kelengkapan, untuk perizinan kita ada, surat-surat kapal kita ada, terus life jacket ada, Pak," ujarnya.
Read more: Eva Stevany Rataba Anggota DPR yang Masuk Desil 4 Viral, Harta Kekayaannya Capai Rp16 Miliar!
Berdasarkan penuturan Sandi, ia mendapatkan update perihal kapal yang tidak dapat dihubungi pertama kali diterimanya dari Kapolsek Carita. Sandi mengatakan tidak menerima informasi tersebut langsung dari nakhoda kapal.
Kapal ini pun juga memiliki global positioning system (GPS) portabel, tetapi Sandi mengaku tidak mengetahui apakah perangkat tersebut dapat digunakan untuk melacak posisi kapal.
Usai mendapatkan info kapal hilang kontak, Sandi turut berupaya mencari informasi dengan menghubungi sejumlah kerabat di wilayah Pulau Sebesi, Lampung, serta berkoordinasi dengan Basarnas.
"Ya, saya sudah menghubungi beberapa saudara-saudara kita yang ada di wilayah Sebesi, Lampung. Alhamdulillah sekarang juga sedang berusaha untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya," jelas dia.
Sandi menyebutkan bahwa perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sandi juga membenarkan bahwa pemandu dalam rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya.
"Masih ada dengan guide-nya, Pak," ujar Sandi.
Sekian yang bisa kami sampaikan mengenai kejadian kali ini. Semoga para jurnalis segera ditemukan!