Wednesday 9th of September 2026
×

136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Keracunan MBG Alami Gejala Lemas, Mual, Muntah, dan Diare: Satgas Usulkan Dapur Ditutup

136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Keracunan MBG Alami Gejala Lemas, Mual, Muntah, dan Diare: Satgas Usulkan Dapur Ditutup

--

OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan 136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora keracunan MBG. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai! 

MBG menjadi salah satu topik yang dibicarakan belakangan ini. Sejumlah 136 siswa SMAN 1 Tunjungan Blora diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). Selain siswa, keracunan juga dialami oleh seorang guru.


"Dugaannya tadi didata oleh Dinas Kesehatan, siswa ada 133, guru 1, kemudian anak yang tidak hadir karena diare kita juga menduga karena keracunan, 3 orang. Sehingga jumlah total 137," jelas Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni'wati saat diwawancarai pada Selasa (8/9/2026).

Read more: Pemerintah Resmikan RUU Satu Data Indonesia Untuk Meningkatkan Integrasi Data Tanpa Sentralisasi, Ini Faktanya yang Wajib Kamu Tahu

136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Keracunan MBG

Dalam keterangannya sang Kepala Sekolah menyebutkan bahwa ratusan siswa serta guru itu diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG kemarin. Namun para siswa baru melaporkan ke pihak sekolah hari ini.

Para korban menyatakan bahwa mereka mengalami konfisi yang sama yakni lemas, diare, muntah, mual hingga pusing. Murid yang keracunan kelas 10, 11 dan 12. Setelah mendapat laporan adanya keluhan siswa, pihak sekolah kemudian melaporkan ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa. Seluruh siswa yang mengeluh kesakitan diminta untuk berkumpul di aula sekolah.

"Gejala rata rata sama. Awalnya ada keluhan, Waka (wakil kepala sekolah) men-tracing, semua yang bergejala diminta ke aula, kemudian kita melaporkan," jelasnya.

Pada umumnya menu MBG dari SPPG Sukorejo 2 dibagikan ke SMAN 1 Tunjungan sekitar jam 11 dan dilahap ketika jam istirahat. Kemudian berdasarkan penuturan Yuni, keracunan ini adalah pengalaman pertama kali.

"Pertama kali pak, sebelumnya nggak pernah terjadi. Dengan kejadian seperti ini anak-anak merasa trauma," sebutnya.

Sumber:

UPDATE TERBARU