Thursday 10th of September 2026
×

Ratusan Siswa di Pati Keracunan MBG, Total 103 Murid Serta 13 Guru Mengalami Mual dan Diare Masih Dirawat di Rumah Sakit

Ratusan Siswa di Pati Keracunan MBG, Total 103 Murid Serta 13 Guru Mengalami Mual dan Diare Masih Dirawat di Rumah Sakit

--

OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan ratusan siswa di Pati keracunan MBG. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai! 

Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan kejadian luar biasa (KLB) setelah ratusan siswa dari dua sekolah di Kecamatan Gembong diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Berikut ini keterangannya! 


Read more: Kabar Duka! 3 Staf Badan Pangan Kabupaten Jayawijaya Ditembak KKB di Papua Pegunungan Saat Sedang Mendistribusikan Bantuan Ternak

Ratusan Siswa di Pati Keracunan MBG

Sangat disayangkan dalam kejadian ini sejumlah 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare di SMP Negeri 1 Gembong. Kemudian, di MTS Negeri 3 Pati ada 127 siswa dan 30 guru yang mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG.

Dalam keterangannya Chandra menyebutkan pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga, terlebih hal ini menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk kategori KLB.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau," ujar.

Chandra mengatakan data terbaru per pagi ini korban dugaan keracunan dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati yang masih dirawat inap di RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa ada sekitar 45 anak.

"Totalnya 45 siswa yang masih dirawat inap di rumah sakit," pungkasnya.

Berdasarkan kejadian ini Pemkab Pati berupaya melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

"Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi," ujar Chandra.

Sumber:

UPDATE TERBARU