Wednesday 23rd of September 2026
×

Penyebab Yustinus Prastowo Pamit dari Medos, Warga Jakarta Diminta Sampaikan Keluhan Langsung ke JAKI

Penyebab Yustinus Prastowo Pamit dari Medos, Warga Jakarta Diminta Sampaikan Keluhan Langsung ke JAKI

--

OTONITY.com - Yustinus Prastowo, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, kini tidak lagi melayani penanganan keluhan warga melalui media sosial.

Ia kini meminta warga untuk menyampaikan keluhan dan laporan mereka melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Yustinus menyatakan bahwa sejak awal ia menyadari perannya sebagai penghubung laporan warga melalui media sosial hanyalah bersifat sementara.


"Sejak awal memang saya menyadari ini temporer. Kami memahami JAKI butuh penyempurnaan dan ekspektasi publik tinggi. Maka perlu dikelola dan dijembatani," ujar Yustinus, Selasa (22/9/2026).

Read more: Menag Beri Tanggapan, Janji Bakal Tindak Lanjuti Kasus Rektor UINSA Usai Sehari Pelantikan Dilaksanakan!

Menurut Yustinus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan perbaikan pada sistem pengaduan di dalam JAKI.

"Di belakang layar kami rapat dan berkoordinasi men-develop JAKI dan mengevaluasi SOP penanganan pengaduan," katanya.

Kini, karena JAKI dinilai sudah siap menangani laporan warga, Yustinus memutuskan untuk berhenti menjadi saluran utama bagi masyarakat dalam menyampaikan keluhan melalui media sosial. Ia sebelumnya telah mengumumkan keputusan ini melalui unggahan di akun Threads pribadinya, @prastowoyustinus.

Dalam unggahan tersebut, Yustinus menjelaskan bahwa ia mundur dari interaksi langsung dengan warga di media sosial karena JAKI kini dianggap siap mengelola laporan masyarakat.

"SAYA PAMIT!", Sejak awal saya percaya sistem mesti dibangun. Maka seiring kesiapan @jakisuperapp mengelola laporan/aduan warga, saya pun undur diri. Tugas saya kembali ke dapur, memastikan setiap keluhan warga ditindaklanjuti dg baik,," tulis Yustinus.

JAKI diarahkan selesaikan masalah warga

Yustinus mengatakan JAKI sebelumnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dalam menangani laporan masyarakat.  Sistem tersebut kini dirancang tidak hanya untuk menerima keluhan, tetapi juga untuk membantu menyelesaikan masalah yang disampaikan warga.

"@jakisuperapp pun butuh adaptasi. Mereka belajar dan berbenah. Dari complaint handling ke citizen problem solving," tulisnya.

Ia juga menekankan bahwa koordinasi antara JAKI dan berbagai dinas serta unit kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangatlah penting dalam penanganan laporan warga.

"Orkestrasi dg seluruh dinas dan unit menjadi kunci. Mesin itu kini sdh saatnya bekerja dan menjadi ruang interaksi warga yg efektif dan produktif," tulis Yustinus.

Read more: Heboh! Istri Bunuh Suami ASN di Ogan Komering Ilir, Buntut Cekcok Biaya Pengobatan Anak

Meskipun ia tidak lagi secara langsung menanggapi keluhan warga melalui media sosial, Yustinus menyatakan bahwa masyarakat tetap dipersilakan untuk menyampaikan laporan kepadanya. Namun, laporan-laporan tersebut nantinya akan disalurkan melalui JAKI.

"Iya laporan ke JAKI. Tentu saya tidak akan menolak kalau ada yang melapor, dan akan meneruskan juga ke JAKI," ujarnya.

Sebelumnya Aktif Menanggapi Keluhan Warga

Yustinus sebelumnya cukup aktif menanggapi keluhan warga di media sosial, khususnya di Threads. Ia sering merespons laporan masyarakat dan meneruskannya kepada pihak berwenang yang terkait.

Salah satu contohnya adalah laporan dari seorang warga mengenai pengemudi Transjakarta yang diduga mengemudi secara ugal-ugalan hingga menyebabkan seorang penumpang terjatuh. Saat itu, Yustinus memberikan tanggapan singkat: "Akan dievaluasi oleh manajemen."

Kini, Yustinus mengatakan bahwa ia akan lebih banyak bekerja di balik layar untuk memastikan laporan warga yang disampaikan melalui JAKI ditindaklanjuti dengan semestinya.

Sumber:

UPDATE TERBARU