Sejumlah 276 Siswa Keracunan MBG di Batang Sampai Buat RSUD Kalisari Penuh, Korban Masih Terus Bertambah
--
Korban Dilarikan ke RSUD Kalisari
Keluhan dialami warga beberapa jam setelah menyantap MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9). Suyono mengatakan makanan tersebut dikonsumsi para siswa sekitar pukul 11.00 WIB, sementara gejala mulai dirasakan pada siang hingga sore hari.
Di samping itu, sejumlah orang tua murid juga mengalami keluhan setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka. Gejala yang dirasakan di antaranya mual dan pusing.
Berdasarkan keyakinannya Suyono mengatakan telur menjadi salah satu dugaan awal makanan yang menyebabkan keluhan tersebut. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
"Telur, makan telur, rasanya beda. Setelahnya menjadi mual. Tadi saya tanya pusing dan mual," katanya.
Sebanyak 276 warga tersebut diketahui menerima MBG dari SPPG atau dapur MBG yang sama. Dapur tersebut melayani 11 titik penerima manfaat di Kecamatan Bawang dengan total 2.700 penerima manfaat.
Catatan terakhir menunjukkan bahwa RSUD Kalisari Batang menunjukkan belasan ambulans keluar masuk rumah sakit sejak pukul 19.13 WIB hingga menjelang pukul 21.00 WIB. Hingga pukul 21.00 WIB, terdapat 20 pasien dari Bawang yang menjalani perawatan akibat dugaan keracunan.
Korban yang menjalani perawatan tidak hanya pelajar, tetapi juga orang tua murid. Suyono mengatakan jumlah tersebut masih bisa berubah seiring pendataan dan pemeriksaan yang dilakukan di lapangan.
Atas kasus ini, SPPG yang menyediakan MBG untuk warga terdampak dihentikan sementara setelah ratusan orang mengalami keluhan. Suyono mengatakan pemerintah akan memanggil koordinator wilayah dan pengelola dapur untuk dimintai keterangan serta pertanggungjawaban.
Penghentian ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sembari menunggu hasil pemeriksaan. Suyono mengatakan tindakan lebih lanjut dapat diambil jika ditemukan pelanggaran dan tidak ada pertanggungjawaban dari pengelola dapur.
Dia juga meminta seluruh pengelola dapur MBG menjalankan standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam proses pengolahan dan penyajian makanan. Terkait kemungkinan kejadian tersebut ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Suyono mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan.
Kami harap informasi yang disampaikan di atas bisa menjawab pertanyaanmu. Sekian pembahasan terkait keracunan MBG. Jangan lupa untuk selalu belajar hal baru setiap hari ya! Terimakasih sudah membaca!