Tuesday 29th of September 2026
×

Sosok Pelaku Penusukan Ibu Tiri di Bandung: Dari Motif Sengketa Rumah Hingga Dendam yang Dipendam Lama

Sosok Pelaku Penusukan Ibu Tiri di Bandung: Dari Motif Sengketa Rumah Hingga Dendam yang Dipendam Lama

--

OTONITY.com - Tragedi pembunuhan yang menimpa seorang wanita paruh baya bernama Apriyanti (53) di Jalan Pamitran, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, menyisakan duka sekaligus kengerian di tengah masyarakat. Sorotan publik kini tertuju pada sosok pelaku penusukan ibu tiri, yaitu Dean Haziq (32), yang merupakan anak tiri dari korban sendiri.

Tindakan brutal yang dilakukan oleh pria berkepala tiga ini tergolong sangat sadis dan terencana dengan matang. Kasus ini membuka tabir mengenai bagaimana sebuah konflik domestik yang tidak terselesaikan di dalam lingkup keluarga inti dapat berujung pada tindakan kriminalitas yang sangat fatal dan merenggut nyawa seseorang.


Read more: Profil Bilqis Luvena Danendra alias Miss Cendut Lengkap Insragram, Banyak Dicari Usai Videonya Bocor di Telegram!

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian Sektor Panyileukan, Dean Haziq diketahui telah mempersiapkan aksinya dengan sangat dingin. Pelaku memanfaatkan situasi rumah yang sedang sepi untuk melancarkan niat buruknya.

Tidak sekadar menggunakan senjata tajam biasa, pelaku bahkan sudah menyiapkan alat kejut listrik portable (stun gun) untuk melumpuhkan korban terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan penusukan. Langkah ini sengaja diambil agar korban tidak memiliki kesempatan untuk melakukan perlawanan ataupun berteriak meminta pertolongan kepada tetangga sekitar rumah.

Read more: Tahanan Narkoba di Rutan Balige Tewas Dengan Mengakhiri Hidupnya Sendiri, Polisi Masih Tunggu Hasil Visum

Ketika diperiksa oleh tim penyidik, pihak kepolisian berhasil menggali motif utama yang mendasari aksi nekat pelaku. Kapolsek Panyileukan, AKP Anang Sunarya, mengungkapkan bahwa motif terbesar dari tindakan keji ini adalah akumulasi dari rasa dendam mendalam yang sudah dipendam pelaku selama bertahun-tahun terhadap ibu tirinya.

Sumber:

UPDATE TERBARU