Aksi Demo Buruh Kepung Gedung DPR RI, Ditlantas Polda Metro Jaya Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional Hari Ini
--
OTONITY.com - Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol Ibu Kota Jakarta mengalami kelumpuhan dan kepadatan yang cukup signifikan sejak Selasa pagi, 29 September 2026. Kondisi ini dipicu oleh gelombang aksi unjuk rasa berskala besar yang digelar oleh ribuan massa yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).
Massa buruh tersebut mulai memadati dan mengepung area depan Gedung DPR/MPR RI guna menyuarakan tuntutan mereka. Akibat membeludaknya jumlah massa yang tumpah ke jalan hingga menutup tiga lajur di Jalan Gatot Subroto, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus kendaraan secara situasional dan fleksibel di lapangan.
Langkah diskresi kepolisian ini diambil untuk meminimalisasi kemacetan total serta menjaga mobilitas masyarakat umum yang tetap harus beraktivitas di sekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Sebanyak 2.500 personel polisi lalu lintas telah disiagakan khusus dan disebar ke berbagai titik strategis di sekeliling Kompleks Parlemen Senayan.
Pengalihan arus kendaraan ini sangat bergantung pada dinamika jumlah massa pengunjuk rasa di lapangan. Jika eskalasi massa semakin memadat hingga menutup seluruh badan jalan, maka penutupan jalur arteri secara total di depan Gedung DPR RI akan langsung diterapkan secara penuh oleh petugas.
Berikut rincian titik rawan kemacetan serta rute alternatif yang dapat digunakan oleh pengendara:
1. Ruas Jalan yang Diprediksi Padat
Masyarakat diimbau untuk menghindari atau mengantisipasi penumpukan kendaraan di beberapa titik berikut:
- Jalan Gatot Subroto (terutama dari arah Semanggi menuju Slipi).
- Kawasan Jalan Gerbang Pemuda dan Jalan Asia Afrika.
- Jalan Palmerah Timur dan Jalan Letjen S. Parman (sekitar Kompleks Parlemen).
- Area Jalan Pejompongan Raya dan Jalan Gelora