Kekerasan Terhadap Aktivis Mahasiswa: Kronologi Dugaan Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet
--
Hal yang dinilai janggal dan mencurigakan oleh rekan-rekan korban di kalangan aktivis mahasiswa adalah isi dari sebuah tas misterius yang tertinggal di lokasi kejadian. Ketika para pelaku melarikan diri secara terburu-buru, mereka justru meninggalkan sebuah tas milik salah satu pelaku di TKP.
Di dalam tas tersebut, ditemukan sejumlah benda yang dinilai tidak biasa untuk sekadar aksi kriminalitas jalanan atau pembegalan biasa. Barang-barang tersebut meliputi sarung tangan latex, lakban berwarna bening dan hitam, kain sarung atau slayer, kacamata dengan lensa oranye, serta sandal dan peci.
Keberadaan benda-benda seperti lakban dan sarung tangan latex memicu spekulasi kuat di kalangan publik bahwa aksi ini bukan sekadar perampokan acak demi nilai ekonomis semata, melainkan diduga ada unsur perencanaan, intimidasi, atau motif terselubung yang menargetkan profil korban sebagai salah satu tokoh kritis di BEM UI.
Mengingat eskalasi kasus yang mulai mendapat sorotan luas dan viral di media sosial, pihak Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bergerak cepat melakukan langkah pendalaman perkara.
Kombes Pol Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa tim penyelidik gabungan telah diterjunkan ke area Tebet Barat untuk melakukan olah TKP ulang, mengamankan barang bukti tas misterius milik pelaku, memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute pelarian pelaku, serta memanggil para saksi mata di sekitar lokasi guna mengungkap motif sebenarnya di balik penyerangan ini dan segera menangkap para pelaku penyerangan.
Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam memberikan rasa aman dan menjamin hak kebebasan serta keselamatan bagi para penggerak aspirasi mahasiswa di ruang publik.