Simak 5 Strategi Utama Pemerintah dan Bank Indonesia Guna Mengembalikan Target Inflasi Pangan ke Batas Aman
--
OTONITY.com – Lonjakan inflasi pangan bergejolak (volatile food) yang menembus angka 5,03 persen secara tahunan (year-on-year) memicu alarm kewaspadaan nasional. Menanggapi situasi yang mengancam daya beli masyarakat ini, Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan langkah konkret untuk mengembalikan inflasi pangan ke batas koridor aman, yaitu target 2,5 persen plus-minus 1 persen.
Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kini meluncurkan lima pilar strategi komprehensif terintegrasi untuk menstabilkan harga komoditas pokok di pasar domestik.
Langkah strategis pertama berfokus pada intervensi masif di sisi hulu produksi dan penguatan pasokan fisik. Melalui Perum Bulog, pemerintah mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Distribusi beras murah digelontorkan langsung ke pasar-pasar tradisional untuk memotong rantai spekulasi.
Tak hanya itu, intervensi juga merambah sektor peternakan dengan menambah alokasi cadangan jagung pakan hingga 150 ribu ton. Penambahan pasokan ini krusial demi menekan biaya produksi peternak mandiri agar harga daging ayam ras dan telur di tingkat konsumen kembali normal.
Berikut adalah 5 pilar strategi komprehensif yang dijalankan pemerintah untuk menekan lonjakan inflasi pangan:
1. Intervensi Sisi Hulu dan Penguatan SPHP
Pemerintah mengoptimalkan peran Perum Bulog untuk membanjiri pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP):
- Komoditas Beras: Menyalurkan tambahan beras SPHP puluhan ribu ton guna mengantisipasi kekosongan stok di tingkat pedagang eceran.
- Sektor Peternakan: Menambah alokasi SPHP jagung pakan hingga 150 ribu ton demi menjaga stabilitas harga produk ternak seperti daging ayam ras dan telur di tingkat peternak.