Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Faktor Ini Diduga jadi Penentu Perubahan Pengurusan!
--
Sebelumnya, isu perombakan kabinet kembali banyak dibahas setelah para analis mengidentifikasi beberapa pejabat yang dianggap rentan untuk digantikan. Fenomena ini sejalan dengan praktik sebelumnya, di mana perombakan kabinet dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala pemerintah.
Kamir menekankan bahwa publik harus memandang perombakan sebagai langkah korektif untuk memperkuat kinerja pemerintah, bukan hanya sebagai penggantian tokoh.
“Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan tetap berjalan, pelayanan publik meningkat, dan agenda pembangunan tidak terganggu,” simpulnya.
Diskursus tentang perombakan kabinet muncul setelah SMRC merilis hasil survei berjudul “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden.”
Survei tersebut mencatat bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Ini menunjukkan penurunan sekitar 30,1 poin persentase selama periode sembilan bulan.
Hasil ini telah menghidupkan kembali isu perombakan kabinet di tengah evaluasi kinerja pemerintah. Survei SMRC dilakukan pada tanggal 5-19 Juli 2026, dengan 749 responden yang dipilih secara acak dari warga negara Indonesia yang memenuhi syarat.
Read more: Profil Malik Bawazier, Pekerjaannya Disorot Usai Diduga jadi Selingkuhan Endah Fitrianingsih!
Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dan telepon. Survei ini memiliki margin kesalahan sekitar ±3,7 persen, sehingga perbedaan hasil dianggap signifikan jika mencapai setidaknya 7,4 persen.