Thursday 13th of August 2026
×

Skema Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai, Desil 10 jadi Prioritas Tak Boleh Pakai BBM Subsidi!

Skema Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai, Desil 10 jadi Prioritas Tak Boleh Pakai BBM Subsidi!

--

OTONITY.com - Pemerintah berencana memperketat penyaluran Pertalite. Ke depannya, tidak semua kendaraan akan dapat membeli Pertalite seperti saat ini. Pejabat Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rumah tangga yang berada di desil ke-9 dan ke-10 mungkin tidak lagi diizinkan membeli bahan bakar bersubsidi.

Pembatasan ini diperlukan karena penyaluran bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite belum efektif menyasar penerima yang tepat.


Read more: Pembelian Pertalite Dibatasi, Purbaya Ungkap Skema Baru Kategori Desil Ini Tak Boleh pakai Subsidi!

Read more: Kabar Duka, Audy Item Alami Keguguran Saat Mengandung Anak Ketiga di Usia 7 Minggu

"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya usai rapat koordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagaimana dilaporkan oleh detikFinance.

Informasi yang dilansir dari oto.detik.com, menurut situs Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), "desil" mengacu pada kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial-ekonomi, termasuk rincian individu (pekerjaan, pendidikan), informasi perumahan (kondisi rumah, kapasitas listrik), dan kepemilikan aset.

Terdapat 10 desil, yang masing-masing mencakup 10 persen dari keluarga di Indonesia. Desil 9 dan 10 mewakili keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi (10 persen teratas).

Pada kesempatan yang sama, Bahlil menjelaskan lebih lanjut bahwa bahan bakar RON 90 milik Pertamina (Pertalite) selama ini banyak dikonsumsi oleh kalangan mampu. Oleh karena itu, pembatasan diperlukan untuk memastikan penyaluran benar-benar tepat sasaran kepada pihak yang berhak.

Read more: Profil Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Eks Stafsus Menag yang Didakwa Korupsi Kuota Haji

Read more: Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia Pilihan Presiden Prabowo

"Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," tambah Bahlil.

Skema pembatasan secara spesifik belum ditentukan, meskipun Bahlil mengisyaratkan bahwa kebijakan ini akan menyasar jenis kendaraan tertentu.

"Nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan)," ujar Bahlil.

Sebelumnya, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengungkapkan bahwa pembatasan penggunaan Pertalite akan diatur melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Satya menyebutkan bahwa jika skema pembatasan didasarkan pada jenis kendaraan dan kapasitas mesin, pemerintah dapat menekan konsumsi BBM bersubsidi hingga 15 persen.

"Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume" jelas Satya kala itu.

Gagasan mengenai pembatasan Pertalite berdasarkan kapasitas mesin mobil sebenarnya sudah beredar sejak tiga tahun lalu.

Read more: Pendaftaran Magang Nasional Batch 2 Resmi Dibuka: Syarat, Cara Daftar, dan Alur Seleksi

Read more: Heboh Dugaan Pembulian, Karyawan Diskominfo Kukar Bakar Ruang Rapat Usai jadi Bahan Lelucon Rekannya

Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa pembatasan Pertalite akan berlaku untuk mobil dengan kapasitas mesin maksimal 1.400 cc, sedangkan untuk solar bersubsidi, batasannya adalah 2.000 cc.

Sumber:

UPDATE TERBARU