Tebing Sungai Kuantan Silokek Longsor, 12 Alat Tambang Tertimbun dan 4 Orang Terluka
--
OTONITY.com – Bencana alam tanah longsor melanda tebing curam di kawasan aliran Sungai Kuantan (Batang Kuantan), perbatasan Nagari Silokek dan Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Peristiwa tragis ini dilaporkan terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 13.30 WIB.
Longsornya material tanah dan bebatuan dari tebing tersebut berakibat pada hancurnya belasan unit infrastruktur penambangan serta menimbulkan korban luka dari kalangan pekerja.
Read more: Axioo Hype 5 AMD X6 Tawarkan Performa Ryzen 5 di Kelas Harga Rp7 Jutaan, Streaming Makin Gacor!
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung memastikan bahwa peristiwa ini terjadi di area penambangan emas tanpa izin (PETI) yang sebenarnya baru saja selesai ditertibkan oleh aparat penegak hukum beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan hasil pendataan sementara dari tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) di lapangan, tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kronologi Kejadian dan Dampak Material Longsoran
Kasi Humas Polres Sijunjung, AKP Irwan Doni, memaparkan secara mendetail mengenai urutan kronologi runtuhnya tebing sungai tersebut.
Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Kabupaten Sijunjung dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir. Kondisi air yang menjenuhkan tanah di area tebing curam Batang Kuantan akhirnya membuat struktur penahan lereng kehilangan kestabilan hingga amblas ke arah dasar sungai.
Ambrolnya volume tanah dalam skala besar tersebut langsung menghantam material di bawahnya. Tercatat sebanyak 12 unit ponton (rakit raksasa yang dimodifikasi sebagai tempat mesin dompeng pengeruk emas) yang sedang ditambatkan di tepi sungai hancur dan tenggelam tertimbun material longsor.