Kebakaran di Jateng Melonjak, 232 Kebakaran Hutan dan Lahan Naik Hingga 700 Persen!
--
OTONITY.com - Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah mengalami lonjakan drastis hingga 700 persen per hari Minggu (23 Agustus) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data terkini mencatat 232 kejadian kebakaran yang menghanguskan ratusan hektare vegetasi serta infrastruktur pembuangan sampah.
Informasi yang dilaporkan oleh Media Indonesia, menunjukkan bahwa meskipun skala kebakaran tidak sebesar yang terjadi di Kalimantan atau Sumatra, frekuensi kebakaran di Jawa Tengah antara bulan Juni dan Agustus meningkat berkali-kali lipat.
Read more: Peringatan Virus Zika di Bali Sempat Memanas, Kemenkes RI Tepis Isu dan Pastikan Aman!
Read more: Axioo Hype 5 AMD X6 Tawarkan Performa Ryzen 5 di Kelas Harga Rp7 Jutaan, Streaming Makin Gacor!
Selain kebakaran hutan dan lahan, kebakaran di tempat usaha dan kawasan permukiman juga dilaporkan terjadi hampir setiap hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat total luas area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan meliputi 194 hektare lahan terbuka, 213 hektare hutan, dan 2,17 hektare Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.
"Jumlah total terdapat 547 peristiwa kebakaran di Jawa Tengah hingga Agustus 2026. Ini terdiri dari 232 bencana karhutla dan 315 kejadian kebakaran permukiman maupun gedung," ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, pada hari Selasa (25 Agustus).
Bergas menjelaskan bahwa eskalasi kebakaran hutan dan lahan meningkat tajam seiring dengan tibanya puncak musim kemarau. Kejadian-kejadian ini tersebar di 35 kabupaten dan kota, dengan perkiraan kerugian materiil mencapai Rp23 miliar.
Read more: Usai Seruan Boikot Bank Mandiri, Kini Saham Turun Hingga 0,47 Persen Imbas Pemblokiran Rekening!
10 Wilayah dengan Frekuensi Tertinggi
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Jawa Tengah, 10 wilayah dengan frekuensi kebakaran hutan dan lahan tertinggi adalah: