Pascagempa Magnitudo 7,7 NTT, Kerusakan Rumah di Manggarai Timur Tembus 17 Ribu Unit
--
OTONITY.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa aktivitas kegempaan di wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terpantau sangat aktif. Pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7 yang dipicu oleh pergerakan struktur sesar naik belakang busur Flores , grafik rekaman seismik menunjukkan terjadinya ribuan rentetan gempa susulan.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah setempat mengonfirmasi bahwa Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan infrastruktur pemukiman paling parah dibandingkan wilayah terdampak lainnya di daratan Flores. Proses pendataan dan validasi korban serta kerusakan fisik bangunan saat ini terus dilakukan secara maraton oleh tim satuan tugas penanggulangan darurat di lapangan.
Data BMKG: Total Gempa Susulan Tembus 7.492 Kejadian
Berdasarkan data pemutakhiran berkala dari stasiun geofisika BMKG, total aktivitas gempa bumi susulan yang mengguncang kawasan utara Flores hingga pekan ini telah mencapai 7.492 kejadian. Tingginya angka frekuensi gempa susulan ini mencerminkan proses pelepasan energi atau penataan kembali lempeng bumi di zona patahan pasca-guncangan berskala besar.
Dari ribuan aktivitas tektonik sekunder tersebut, BMKG mencatat setidaknya terdapat 33 kali gempa susulan yang memiliki kekuatan magnitudo cukup signifikan, yaitu di atas M5,0. Salah satunya adalah gempa susulan berkekuatan M5,2 yang berpusat di koordinat laut sekitar 66 kilometer arah timur laut Manggarai Timur.
Secara akumulatif, terdapat 143 kejadian gempa susulan yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat dengan skala intensitas bervariasi antara II hingga IV MMI. Kepala BMKG menegaskan bahwa kekuatan gempa susulan ini secara umum terus menunjukkan tren meluruh (semakin mengecil) dan dipastikan tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.