Pascagempa Magnitudo 7,7 NTT, Kerusakan Rumah di Manggarai Timur Tembus 17 Ribu Unit
--
Manggarai Timur Alami Dampak Kerusakan Properti Tertinggi
Dampak akumulatif dari gempa utama dan ribuan guncangan susulan tersebut mengakibatkan hancurnya puluhan ribu bangunan di NTT. Berdasarkan hasil validasi data kerusakan rumah tinggal milik warga yang dirilis oleh pusat kendali operasi bencana, Kabupaten Manggarai Timur mencatatkan angka kerusakan tertinggi di tingkat provinsi, yakni mencapai 17.039 unit rumah rusak.
Tingkat kehancuran properti di Manggarai Timur ini terpaut jauh di atas kabupaten-kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Manggarai Barat dengan 9.402 unit rumah rusak, Kabupaten Ngada dengan 8.129 unit, serta Kabupaten Manggarai induk dengan total kerusakan sebanyak 7.045 unit rumah.
Angka kerusakan bangunan yang masif ini menjadi prioritas utama bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam merancang rencana pengucuran Dana Tunggu Hunian (DTH) serta percepatan pendirian Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Read more: Kebakaran di Jateng Melonjak, 232 Kebakaran Hutan dan Lahan Naik Hingga 700 Persen!
Read more: Apa Itu Virus Zika? Waspada! Kenali Gejala hingga Cara Pencegahannya!
Korban Jiwa dan Pemenuhan Logistik di Tenda Pengungsian
Selain kerugian materiil, bencana geologi ini juga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Di Kabupaten Manggarai Timur saja, korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dan teridentifikasi secara resmi telah menyentuh angka 34 orang. Jumlah tersebut berkontribusi terhadap total akumulasi korban jiwa akibat gempa bumi se-Provinsi NTT yang kini berada di angka 103 orang meninggal dunia. Korban selamat yang menderita luka berat dan luka ringan saat ini ditampung di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ruteng dan posko medis darurat.
Kondisi masyarakat di tenda-tenda darurat saat ini dilaporkan masih diliputi kecemasan akibat getaran gempa harian yang masih sesekali terasa. Guna meringankan beban warga terdampak, pemerintah daerah bersama instansi TNI-Polri memprioritaskan penyaluran bantuan logistik ke wilayah-wilayah pelosok yang sempat terisolasi, seperti di kawasan Benteng Jawa, Lamba Leda, dan Sambi Rampas.
Paket bantuan darurat yang dipasok meliputi pemenuhan bahan pangan pokok, air bersih, obat-obatan, tenda terpal, genset penerangan, serta kebutuhan khusus balita. Warga diimbau untuk sementara waktu tidak menempati atau mendekati struktur bangunan rumah yang telah mengalami retak struktur parah guna menghindari risiko roboh akibat potensi gempa susulan.